Peristiwa

Mercon Meledak di Ponorogo Bakal Dipasang di Balon Udara Saat Lebaran

Kapolres Ponorogo AKBP Muchammad Nur Azis melihat langsung proses olah TKP. (Foto/Endra Dwiono)

Ponorogo (beritajatim.com) – Kakak beradik SN (23) dan SM (21) menjadi korban ledakan yang terjadi pada Selasa (27/4) malam. Keduanya tewas setelah gagal meracik petasan. Ya, mereka akan membuat petasan untuk diterbangkan dengan balon udara pada hari raya Idul Fitri nanti.

Toro (24), tetangga korban mengaku melihat ada kilatan api dan suara ledakan keras di rumah lantai dua korban saat kejadian. Saat itu dirinya berada di halaman rumah yang berada di barat rumah korban.

“Kaca jendela rumah saya pun juga ikut pecah usai ledakan terjadi,” ungkap Toro.

Usai ledakan terjadi, Toro mengaku langsung melihat di TKP. Dia bersama bapak korban mencari keberadaan korban. Diketahui, korban SN ditemukan jatuh dari lantai 2 dan berada di dekat pohon pisang. Keadaan korban sangat mengenaskan, bagian kakinya hilang. Sementara adiknya, SM ditemukan di genteng rumah tetangganya.

“Jadi dari lantai 2, dua korban ini terlempar, satu ke belakang rumah dekat pohon pisang dengan kaki hilang,” katanya.

Toro menyebut ketika dirinya berada TKP, melihat ada serbuk petasan yang diracik kurang lebih 10 kilogram. Saat melihat posisi korban, menurutnya korban SN mengaduk bahan petasan, sementara SM duduk di dekat kakaknya.

“Mereka meracik untuk dibuat petasan yang akan dipasang di balon udara,” pungkasnya.

Pihak kepolisian hingga saat ini masih melakukan proses olah TKP. Bagian kaki korban SN belum ditemukan. (end/ted)


Apa Reaksi Anda?

Komentar