Iklan Banner Sukun
Peristiwa

Merasa Diintervensi Eks Timses Bupati, IPSM Kembalikan Seragam ke Dinsos Jember

Jember (beritajatim.com) – Lima orang perwakilan Ikatan Pekerja Sosial Masyarakat (IPSM) mengembalikan seragam tugas kepada Dinas Sosial Kabupaten Jember, Jawa Timur, Kamis (27/1/2022) siang.

Mereka memprotes belum dikeluarkannya surat keputusan Bupati Hendy Siswanto yang mengesahkan kepengurusan tersebut. Bahkan belakangan, Ribut Supriadi mensinyalir, ada intervensi bekas tim sukses Hendy saat pemilihan kepala daerah terhadap pembentukan kepengurusan IPSM.

Ribut Supriadi, juru bicara perwakilan IPSM mengatakan, kepengurusan beranggotakan 30 orang dan pembentukannya dihadiri Pelaksana Tugas Kepala Dinsos Jember Widi Prasetyo dan perwakikan Dinsos Jawa Timur tahun lalu. “Ternyata kepengurusan kami dianulir oleh tim sukses. Kami sempat dipertemukan dengan tim sukses tersebut. Mereka mengatakan bahwa di tubuh kami masih banyak orang mantan bupati (Faida),” katanya.

Menurut Ribut, eks tim sukses itu tidak mau jika orang-orang yang pernah menyukseskan Faida saat pilkada masih berada di sana. “Ini tidak move on berarti. IPSM ini pekerja sosial. Kenapa ditarik-tarik ke ranah politik. Ini yang kami tidak inginkan. Ini sudah tidak tepat lagi, tidak sesuai dengan tujuan kami sebagai pekerja sosial,” katanya.

Padahal selama ini IPSM ikut mendampingi kegiatan vaksinasi pemkab. Kecewa, akhirnya Ribut dan kawan-kawan memilih menyerahkan seragam IPSM. “Tapi jiwa kemanusiaan kami tidak akan hilang walau seragam IPSM kami sudah dihabisi kepentingan politik,” kata Ribut.

Pelaksana Tugas Kepala Dinsos Jember Isnaini Dwi Susanti menegaskan, tidak ada anggota IPSM yang diberhentikan. “Silakan kalau mau berhenti, tapi apa yang sudah diberikan ya jangan dikembalikan. Saya tidak bisa memberhentikan siapapun. Yang bisa memberhentikan dirinya sendiri,” katanya.

Susanti membantah tudingan ada pengurus IPSM yang tak disukai pemerintah daerah. “Itu alasan klasik,” katanya. [wir/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar