Peristiwa

Mepet Ladang, Perumahan Subsidi di Malang Jadi Sasaran Ular Cobra

Malang (beritajatim.com) – Teror ular masuk kedalam rumah, nampaknya juga dialami warga Kabupaten Malang. Salah satunya, ular beracun mematikan jenis cobra, terlihat berkeliaran di perumahan subsidi Harmony Attaya di Dusun Jamuran, Desa Sukodadi, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang.

Ular cobra diperumahan tersebut, diketahui memangsa burung peliharaan milik warga setempat. “Satu dari empat burung love bird saya dimakan ular cobra,” terang Umam Rojiin, salah seorang warga Perumahan Harmony Attaya, Rabu (17/12/2019).

Umam menjelaskan, awalnya ia hendak memberi makan burung love bird miliknya yang berada di kandang, Senin 16 Desember 2019 lalu sekitar pukul 06.30 WIB. Namun, saat itu, Umam justru menemukan ular cobra di dalam kandang burung miliknya.

“Saya lihat di kandang kok burung tinggal tiga. Pas saya masukkan tangan, tiba-tiba ada sesuatu yang mau mematuk. Ternyata itu ular cobra,” terang pria asal Blitar ini.

Ular cobra tersebut kemudian dikeluarkan dari kandang dan dipotong kepalanya. Umam terpaksa melakukan itu karena tidak ingin ular sepanjang satu meter tersebut masuk ke rumah warga lainnya.

“Saya sudah dua kali ini lihat ular. Yang pertama saya biarkan. Kalau ini saya bunuh karena disini banyak anak kecil juga, bahaya,” kata Umam.

Diduga, ular cobra tersebut berada di dalam kandang burung selama tiga hari. Sebab, perut ular tersebut tidak terlihat besar setelah memakan seekor burung love bird.

“Kebetulan saya memang dari luar kota. Jadi nggak tahu kalau ada ular yang masuk ke belakang rumah,” tegas Umam.

Pantauan di sekitar lokasi, perumahan subsidi Harmony Attaya berbatasan langsung dengan ladang pertanian. Banyak semak belukar serta tidak ada pagar pembatas antara lahan bagi perumahan warga dengan ladang terbuka ditempat itu.

Menanggapi bahaya ular masuk ke dalam rumah warga, Kepala Bidang Penanggulangan dan Pencegahan Bahaya Kebakaran (PPBK) Damkar Kabupaten Malang, Goly Karyanto, menjelaskan, sepanjang tahun 2019 ini, pihaknya mendapat tiga laporan penemuan ular di pemukiman warga.

“Ada tiga laporan, tapi bukan ular cobra, tapi jenisnya macem-macem ya. Sampai saat ini belum ada laporan ular cobra yang mengganggu pemukiman penduduk di Malang Raya. Bahkan di Kota Malang juga kelihatannya aman-aman saja,” papar Goly.

Goly menegaskan, maraknya fenomena ular cobra di berbagai daerah karena ular tersebut merasa terganggu di habitatnya. Sehingga mereka lari ke pemukiman warga.

“Karena kalau binatang itu, ular khususnya itu juga punya perasaan tinggi. Mereka ketika tahu kalau kita ada niat jelek kepada mereka, maka mereka juga pasti akan menyerang kita,” ucapnya.

Goly meminta warga Kabupaten Malang tetap waspada. Dia juga mengimbau kepada masyarakat untuk mengantisipasi dengan mengetahui sifat-sifat ular.

“Kalau ular itu anti dengan bau-bau yang menyengat. Jadi di tempat-tempat lembab, kalau bisa dikasih kapur barus itu saja. Jadi itu salah satu cara untuk mengusir ular,” jelasnya.

Goly juga mengimbau kepada masyarakat untuk segera menghubungi pihak Damkar apabila menemukan ular cobra disekitarnya. Sehingga, penanganan bisa dilakukan dengan tepat.

“Lebih baik koordinasi dengan pihak pemadam, nanti biar kita yang menangani. Kita sebenarnya peralatan belum punya lengkap. Kita mesti koordinasi dengan teman-teman Damkar Kota Malang yang alatnya sudah lengkap, kita kolaborasi. Anggota kami juga sudah kami ikutkan pendidikan yang digelar komunitas reptile khususnya ular berbisa atau ular biasa. Jadi biar siap,” pungkasnya. [yog/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar