Iklan Banner Sukun
Peristiwa

Mengeluh Sakit Perut, Buruh Pabrik di Mojokerto Tewas di Kamar Mandi

Petugas melakukan olah TKP di lokasi kejadian. [Foto : ist]

Mojokerto (beritajatim.com) – Seorang buruh pabrik bata ringan ditemukan tewas di dalam kamar mandi di PT Bricon di Desa Banjartanggul, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto, Kamis (25/8/2022) malam. Diduga, korban tewas akibat penyakit jantung yang diidapnya kambuh.

Korban diketahui atas nama Ranu Prasetyo (52) warga Dusun Pendowo, Desa Ngrowo, Kecamatan Bangsal. Buruh bagian produksi ini ditemukan tewas sekitar pukul 23.00 WIB oleh rekan kerjanya setelah curiga lantaran korban tak kembali dari kamar mandi.

Kapolsek Pungging, AKP Margo Sukwandi mengatakan, korban sudah meninggal dengan posisi terlentang di lantai kamar mandi. “Awalnya, korban bekerja seperti biasa menyortir bata ringan di bagian produksi. Namun korban mengeluh sakit perut dan pamit ke kamar mandi,” ungkapnya, Jumat (26/8/2022).


Masih kata Kapolsek, namun usai pamit ke kamar mandi, korban tak kunjung kembali. Khawatir akan kondisi korban, rekan korban kemudian mencari korban ke kamar mandi karyawan. Rekan korban menemukan korban tergelak tak bernyawa di dalam kamar mandi karyawan.

“Saksi langsung lapor ke security yang diteruskan ke kami dan Tim Inafis Satreskrim Polres Mojokerto tiba di lokasi langsung melakukan olah TKP dan identifikasi. Hasilnya, tidak ditemukan luka bekas kekerasan. Diduga korban meninggal karena penyakit jantung dan asam lambungnya kambuh,” katanya.

Keterangan dari pihak keluarga korban, lanjut Kapolsek, tiga minggu lalu korban sempat rawat inap di RSUD Prof dr Soekandar Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto karena sakit jantung. Usai dilakukan visum di RSUD Prof dr Soekandar, jenazah korban langsung diserahkan ke pihak keluarga.

“Setelah proses identifikasi selesai, kami serahkan sepenuhnya ke pihak keluarga korban. Pihak keluarga tidak berkenan jika dilakukan otopsi karena menerima kejadian tersebut murni karena korban sakit, pihak keluarga menerima sebagai takdir dan tidak menuntut siapapun,” tegasnya. [tin/suf]


Apa Reaksi Anda?

Komentar