Iklan Banner Sukun
Peristiwa

Menag Tes Langsung Layanan Jemaah Haji Indonesia di Makkah

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menjajal mengemudikan bus untuk transportasi jemaah haji Indonesia (Ist)

Jakarta (beritajatim.com) – Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas, mengetes langsung layanan untuk jemaah haji Indonesia di Makkah, Arab Saudi. Mulai dari akomodasi, konsumsi, dan transportasi untuk memastikan kesiapan dari setiap layanan yang disediakan.

Yaqut memeriksa sejumlah sarana prasarana di hotel yang akan menjadi pondokan jemaah haji Indonesia. Dua hotel dipilih sebagai lokasi pemeriksaan yaitu Hotel Al Khulafaa-3 di daerah Syisyah berkapasitas 800 jemaah dan Hotel Tharawat Al-Rawda di daerah Raudhah 1 berkapasitas 499 jemaah.

“Saya pastikan kapasitas hotel memadai dan fasilitasnya sesuai standar kontrak. Saya lihat hotelnya bagus,” ujar Yaqut.

Yaqut sempat mencoba lift di dua hotel tersebut. Menurut dia, lift dalam kondisi baik meski jarang dipakai selama dua tahun akibat pandemi Covid-19.

“Kamar mandi, mesin cuci, dan ketersediaan air minuim di setiap lantai juga dicek, termasuk fasilitas tempat salat dan tempat makan,” kata dia.

Menag Yaqut Cholil Qoumas memeriksa kondisi kamar hotel yang akan dijadikan penginapan jemaah haji Indonesia (Ist)

Yaqut tak lupa meminta manajemen hotel agar selalu menjaga kebersihan dan memperhatikan keamanan serta kenyamanan jemaah haji. Apalagi, para jemaah haji bakal tinggal di hotel cukup lama sampai 25 hari.

Selain itu, Yaqut juga meninjau layanan transportasi di Terminal Ajyad yang bakal melayani rute Misfalah-Jiyad. Dia bahkan menjajal mengemudikan sendiri bus antar kota dan bus shalawat.

“Busnya memang masih sangat bagus. Rata-rata keluaran baru, umur pembuatan kurang dari lima tahun dan tampak terawat dengan baik,” ucap Yaqut.

Dia pun memipnta penyedia layanan transportasi agar memperhatikan AC kendaraan tetap dingin. Ini supaya jemaah tidak kepanasan,

“Mengingat musim haji diperkirakan bersamaan dengan musim panas,” ungkap dia.

Yaqut juga meninjau kesiapan layanan katering dengan mendatangi Dapur Al Jauhara di wilayah Mekah. Dia fokus memastikan kapasitas dapur, sanitasi, sarana memasak yang digunakan, serta proses penyimpanan bahan makanan.

Menag meninjau kesiapan dapur katering untuk konsumsi jemaah haji (Ist)

“Saya menekankan kepada penyedia layanan katering agar menu dan citarasa makanan jemaah Indonesia memiliki citarasa nusantara. Pihak katering juga harus memastikan distribusi makanan tepat waktu, tidak terlambat,” jelasnya.

Dia bersyukur seluruh layanan sudah siap dimanfaatkan. Seluruhnya sesuai dengan standar yang diharapkan.

“Kami akan terus berusaha untuk bisa memberikan layanan terbaik kepada jemaah haji Indonesia,” ucap Yaqut. (beq/kemenag)

 


Apa Reaksi Anda?

Komentar