Peristiwa

Membaca ‘The Inside Wing’; Memahami Taktik Sepakbola Agar Tak Jadi Fans Kardus

buku the inside wing (foto: M. Fathur Rohman)

Surabaya (beritajatim.com) – Tiki-taka, gegenpressing, sarri ball, total football, catenaccio, adalah nama-nama taktik bermain sepakbola yang kerap kita dengar. Tapi mungkin tidak semua dari kita memahaminya.

Tiki-taka misalnya, sering disederhanakan sebagai taktik bermain dengan umpan-umpan pendek untuk menguasai possesion. Atau catenaccio sebagai taktik bertahan total yang sering digunakan italia. Tapi apakah memang sesederhana itu?

The Inside Wing karya Heryanto atau lebih dikenal dengan nama Ryan Tank ini bisa menjadi jawabannya. Buku ini ditulis dengan bahasa yang sangat teknis. Ia membedah sepakbola, meminjam istilah yang ia gunakan, melalui kacamata sepakbola.

Tidak salah jika buku ini disebut kamus sepakbola sebab, ia memang berisi penjelasan yang teknis, sederhana, dan detil mengenai sepakbola. Mengenai half space misalnya, di buku ini dijelaskan mengenai di mana sebenarnya ruang yang di sebut half space. Dibantu dengan gambar dan tangkapan layar pertandingan kita akan dibantu memahami kenapa ruang di antara sisi luar lapangan dan bagian tengah lapangan disebut dengan half space. Dan apa pula manfaat dari lokasi ini.

Salah satu contoh terbaik bagaimana tim memanfaatkan half space ketika menyerang bisa kita lihat di pertandingan Final Liga Champion antara Manchester City Melawan Chelsea 30 Mei 2021 lalu. Ketika itu bola dipegang oleh Mason Mount setelah mendapat umpan dari Chilwell, Bek sayap City Walker, sudah naik untuk pressing Mount, lalu bek tengah Stones mengikuti Werner yang lari ke sisi kanan lapangan City mencptakan ruang yang lebar di half space kanan pertahanan City, karena Ruben Diaz masih berada di tengah lapangan mengcover Havertz.

Mount kemudian mengirimkan umpan ke half space, daerah yang ditinggalkan Stones, Havertz kemudian adu sprint dengan Diaz untuk mengambil bola, sekaligus berhasil melewati Edereon yang maju menutup ruang gerap Havertz. Gawang pun kosong dan semua pemain sudah tertinggal di belakang, Havertz berhasil mencetak gol.

Proses penciptaan ruang yang dilakukan Werner dengan memancing Jones untuk mengikutinya ke sisi lapangan juga disebut dinamis penyerangan dalam taktik sepakbola. Gerakan tanpa bola werner juga merusak compactness dari lini pertahanan City.

Sebagai sebuah bacaan, The Inside Wing, memang tidak berusaha untuk renyah. Ia menyajikan informasi dengan lugas. Tetapi juga tidak kaku seperti sebuah ensiklopedia. Menonton sepakbola memang sebuah hiburan dan setiap orang punya cara menikmatinya sendiri.

Tetapi, jika anda ingin naik satu tingkat dari awalnya sekadar fans kardus yang hanya mementingkan hasil, dimana klub kesayangan harus menang, buku ini adalah langkah awal yang tepat. Dengan mempelajari taktik sepakbola, juga bagaimana seorang pemain bergerak baik secara individu maupun secara tim, setidaknya anda akan jadi lebih paham, apa yang sebenarnya pelatih tim kesayangan anda ingin coba terapkan di lapangan untuk mendapatkan kemenangan.

Anda pun tidak akan mudah marah jika tim anda kalah dan tidak serta merta diam saja karena tim anda selalu menang.(tur/bjo)


Apa Reaksi Anda?

Komentar