Peristiwa

Meluas, Kekeringan di Gresik Landa 59 Desa

Warga Kecamatan Benjeng, Gresik, berebut air bersih setelah mendapat dropping dari Polres Gresik. [Foto: Deni Ali/beritajatim]

Gresik (beritajatim.com) – Krisis air bersih terus meluas dan kini telah melanda 59 desa yang tersebar di 8 kecamatan di wilayah Kabupaten Gresik. Menyusutnya sumur dan waduk tadah hujan akibat musim kemarau berkepanjangan menyebabkan warga hanya mengandalkan dropping air bersih.

Berburu air bersih di waduk menjadi rutinitas keseharian warga di 59 desa yang tersebar di 8 kecamatan itu. Pasalnya, sejak dua bulan terakhir air semakin sulit didapat. Bahkan, warga harus rela menempuh perjalanan sejauh dua kilometer dengan mendorong gerobak berisi jurigen demi mendapatkan air bersih.

Selain buat mencukupi kebutuhan rumah tangga. Warga juga memanfaatkan air waduk yang kondisinya keruh untuk minum dan memasak. “Kami setiap hari pagi hingga sore berburu air bersih. Sebab, kondisi air sumur dan waduk di sekitar rumah telah susut sejak dua bulan terakhir,” ujar Firmansyah (44) warga Desa Munggugianti, Kecamatan Benjeng, Minggu (8/9/2019).

Ia menambahkan, sebagian warga harus mengeluarkan biaya ekstra sebesar Rp 100 ribu guna membeli air truk tanki. Namun, sebagian besar warga yang tidak mampu membeli mengandalkan dropping air bersih dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gresik. Juga memanfaatkan waduk yang airnya keruh.

Secara terpisah, Kepala Bidang (Kabid) Logistik dan Kedaruratan BPBD Gresik, Diane Hetty Herawati mengatakan, terkait dengan kekeringan ini pihaknya menyediakan 100 truk tanki untuk warga yang terdampak musim kemarau. “Jika tidak cukup, kami akan bekerjasama dengan perusahaan-perusahaan di Gresik untuk meminta bantuan melakukan dropping air bersih,” pungkasya.

Seperti diberitakan, krisis air bersih kini telah melanda sebanyak 59 desa yang tersebar di 8 kecamatan. Daerah kecamatan yang terdampak kekeringan antara lain Kecamatan Balongpanggang, Benjeng, Cerme, Kedamean, Menganti, Duduksampeyan, Wringinanom, dan sebagian Driyorejo. [dny/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar