Peristiwa

Melongok Peringatan Sumpah Pemuda di Rumah Masa Kecil Bung Karno

Kediri (beritajatim.com) – Genap 92 tahun silam, tepatnya 28 Oktober 1928 telah berlangsung Konggres Pemuda II yang melahirkan Sumpah Pemuda. Momentum Sejarah ini menjadi salah satu cikal bakal perjalanan bangsa Indonesia untuk menuju Kemerdekaan pada 17 Agustus 1945.

Guna memperingati hari bersejarah itu, bertempat di situs Ndalem Pojok, rumah masa kecil Bung Karno di Desa Pojok, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri, digelar upacara yang diikuti oleh beberapa elemen masyarakat. Mulai tokoh lintas agama, tokoh masyarakat, pemuda, pelajar dan masyarakat. Karena pandemi covid, semua peserta juga menerapkan protokol kesehatan.

Upacara diawali dengan pengibaran bendera merah putih, yang dibawakan oleh para pemudi. Selanjutnya dibacakan teks undang-undang dasar 1945 dan juga isi dari sumpah pemuda. Saat pembacaan sumpah pemuda, juga didampingi oleh para tokoh lintas agama.

Menariknya inspektur upacara dalam peringatan Sumpah Pemuda ini pelajar yang masih duduk di bangku SMP kelas VIII, ia adalah Hafizh Lulus Sima Tanaya. Dengan cekatan ia memberikan amanat kepada peserta upacara untuk lebih menghidupkan peran pemuda di era saat ini.

Sikan Abdilah, Ketua Harian Situs Persada Sukarno menjelaskan bahwa upacara Hari Sumpah Pemuda dimaksudkan sebagai pengingat bagi generasi sekarang. Menurut Sikan, api Sumpah Pemuda adalah api kebersamaan, persaudaraaan.

Di sisi lain untuk berjuang demi negara, masyarakat diajak menanggalkan ego suku, ras, agama, kepercayaan, kepentingan kelompok, golongan dan lain-lain.” Kita berdiri bersama bersumpah satu saudara. Saudara satu tanah air, satu bangsa satu bahasa,” katanya.

“Seandainya tidak ada Sumpah Pemuda, maka tidak akan pernah ada Proklamasi Kemerdekaan Atas Nama Bangsa. Seandainya tidak ada Proklamasi Kemerdekaan Bangsa tidak akan pernah ada NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia). Kiranya memperingati dan mensyukuri Hari Sumpah Pemuda tidak kalah penting dibanding memperingati Hari Kemerdekaan dan Hari Berdirinya NKRI,” tegas Sikan Abdilah, Rabu (28/10/20).

Berdasarkan catatan sejarah, sebelum lahirnya Sumpah Pemuda, sebenarnya sudah mulai bermunculan organisasi pemuda seperti Perhimpunan Indonesia pada 1908, lalu Tri Koro Darmo pada 1915. Namun sebelum 28 Oktober 1928, para pemuda masih terpecah dalam beberapa organisasi kedaerahan seperti Jong Java, Jong Sumatra, dan lain-lain.

Pada 1926 diselenggarakan Kongres Indonesia Muda yang pertama (Kongres Pemuda I). Pada tahun itu belum ada kesadaran untuk melahirkan sebuah ikrar sumpah pemuda. Baru saat digelar Kongres Pemuda II tanggal 28 Oktober 1928, lahirlah Sumpah Pemuda.

Berikut isi teks dari sumpah pemuda; Kami Putra dan Putri Indonesia, mengaku bertumpah darah yang satu, tanah air Indonesia. Kami Putra dan Putri Indonesia, mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia. Kami Putra dan Putri Indonesia, menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.

Diharapkan dengan makna sumpah pemuda, bangsa indonesia yang terdiri dari 17.000 pulau, 1128 suku bangsa, serta 786 bahasa bisa menjadi satu untuk bersama-sama membangun bangsa Indonesia menjadi lebih maju dan sejahtera, sesuai dengan cita-cita Founding Father Bangsa Indonesia. [nm/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar