Peristiwa

Melintas di Gresik, Puluhan PMI asal Malaysia Diperiksa di Perbatasan

Gresik (beritajatim.com) – Setelah resmi pembatasan sosial berskala besar (PSBB) diperpanjang hingga 25 Mei 2020. Aparat tim gabungan tetap mengintensifkan pemeriksaan di sejumlah titik cek poin. Bahkan, puluhan Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Malaysia tak luput diperiksa saat melintas di perbatasan Gresik-Lamongan. Tepatnya, di Desa Pandanan, Kecamatan Duduksampeyan. Dengan mengenakan dua minibus. Mereka satu persatu diperiksa suhu tubuhnya serta dimintai surat keterangan sehat.

Salah satu PMI asal Probolinggo, Mamad (46) menuturkan, dirinya baru tiba kemarin dari Yogyakarta lalu bersama rekan-rekannya yang lain menyewa mini bus pulang ke daerah masing-masing. “Saya bersama teman dari NTB baru tiba kemarin datang dari Kuching, Malaysia mendarat di Yogkarta lalu menggunakan perjalanan darat ke Probolinggo. Kami dibekali surat kesehatan diri dari Kementrian Kesehatan Malaysia,” tuturnya, Minggu (10/05/2020).

Usai menjalani pemeriksaan, puluhan PMI asal Malaysia itu akhirnya melanjutkan perjalanannya lagi. Terkait dengan pemeriksaan cek poin pasca diperpanjangnya pemberlakuan PSBB. Kapolres Gresik, AKBP Kusworo Wibowo mengatakan, evaluasi PSBB bejalan lancar dan tertib. Sebab, semakin terus disosialisasikan masyarakat semakin sadar dan mengerti.

“Hasil evaluasi selama PSBB ada beberapa kendaraan roda empat belum mematuhi 50 persen penumpang di dalamnya. Jam malam juga tertib hanya satu atau dua orang saja yang masih kucing-kucingan,” katanya.

Ia menambahkan, selama perpanjangan PSBB kalau ada yang masih melanggar. Pihaknya memberi sanksi berupa teguran lisan, dan tertulis serta administratif. “Kami tetap menghimbau selama perpanjang PSBB, masyarakat tetap berkegiatan di rumah, dan jangan menciptakan kerumunan massa diluar,” imbuhnya.

Saat ditanya mengenai pemudik yang datang. Dijelaskan Kusworo Wibowo, tetap dilakukan pemeriksaan. Selanjutnya, kepala desa setempat mewajibkan pemudik melakukan isolasi mandiri selama 14 hari. “Saat melakukan isolasi mandiri, tetap diawasi oleh kepala desa, Babinsa serta Bhabinkamtibmas,” tandasnya. [dny/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar