Iklan Banner Sukun
Peristiwa

Melaut di Tengah Cuaca Ekstrem, 2 Nelayan Pulau Bawean Dilaporkan Hilang

Gresik (beritajatim.com) – Melaut di tengah cuaca ekstrem, dua nelayan asal Pulau Bawean, Kabupaten Gresik, dilaporkan hilang sejak Kamis (17/11/2022). Dua nelayan ini sebelumnya melaut dalam rombongan berisi empat orang.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, dari empat nelayan tersebut baru dua orang yang ditemukan. Keduanya yaitu Rusdi asal Desa Dekatagung dan Jalil asal Desa Lebak.

Sedangkan dua nelayan lainnya atas nama Saidi asal Desa Lebak dan satu lainnya asal Desa Sidogedungbatu hingga saat ini masih dalam pencarian.


Selain itu, cuaca ekstrem yang terjadi sore kemarin juga mengakibatkan sejumlah atap rumah warga hilang diterpa angin kencang. Hujan deras diselingi angin membuat beberapa nelayan tidak jadi melaut.

Camat Sangkapura, M. Syamsul Arifin membenarkan adanya kejadian tersebut. Sampai saat ini pihaknya dibantu warga masih melakukan pencarian dua nelayan tersebut.

“Dua nelayan sudah ditemukan di dua tempat yang berbeda. Rusdi ditemukan di perairan Sungaiteluk. Sementara Jalil ditemukan di perairan Pulau Asem Daun. Kedua sudah dirawat di rumah masing-masing oleh petugas kesehatan,” ujarnya, Jumat (18/11/2022).

Terpisah, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gresik, Darmawan, mengaku mendapatkan informasi satu dari dua nelayan yang dilaporkan hilang telah ditemukan. Terkait dengan itu, pihaknya terus berkordinasi dengan Forkopimcam Sangkapura.

“Satu nelayan informasinya sudah ditemukan tapi untuk kejelasannya akan terus ditelusuri hingga datanya benar-benar akurat,” katanya.

Darmawan menambahkan, kejadian cuaca ekstrem yang terjadi di Pulau Bawean telah dilaporkan ke BPBD Provinsi Jawa Timur.

“Laporannya sudah kami laporkan kesana. Saya juga menghimbau agar nelayan tetap berhati-hati sewaktu melaut ditengah cuaca ekstrim seperti sekarang,” imbuhnya. [dny/beq]


Apa Reaksi Anda?

Komentar