Peristiwa

Media yang Bebas dan Bertanggung Jawab Kunci Melawan Covid-19

Ilustrasi virus corona

Jakarta (beritajatim.com) – Kebebasan media sangat diperlukan untuk mewujudkan sebuah demokrasi yang efektif. Begitu juga selama Pandemi, bahkan dapat menyelamatkan nyawa.

Duta Besar Inggris untuk Indonesia dan Timor Leste Owen Jenkins mengatakan, media yang bebas, mandiri dan bertanggung jawab adalah senjata ampuh dalam memerangi Covid-19. Kebebasan media adalah sumber kehidupan demokrasi dan melindungi hak asasi manusia, dan selama pandemi ini.

Kebebasan media adalah fondasi penting untuk keberhasilan kampanye kesehatan dan keselamatan publik. “Terlepas dari adanya pandemi Covid-19 saat ini, kampanye pemerintah Inggris untuk kebebasan media terus dilanjutkan,” ujar Jenkins.

Dia memastikan, Inggris tetap berkomitmen untuk bekerja sama dengan Indonesia untuk mempertahankan kebebasan media dan meningkatkan keselamatan jurnalis. Dia berharap dapat segera meluncurkan serangkaian kegiatan Webinar yang akan membahas topik-topik utama seperti, bagaimana media mendukung langkah-langkah kesehatan masyarakat dan peluncuran vaksin, serta bagaimana media bisa memastikan pihak berwenang untuk selalu meningkatkan kualitas kerja dan tanggungjawab mereka untuk melindungi masyarakat dari virus Covid-19.

“Inggris, sebagai pelopor konferensi Kebebasan Media Global pertama di dunia tahun lalu, dan menduduki posisi sebagai pemimpin Koalisi Kebebasan Media bersama Kanada, telah menyoroti isu kebebasan media di masa pandemi selama Konferensi Global Kebebasan Media yang diadakan pada 16 November lalu,” katanya.

Dia menambahkan, tahun ini pemerintah Kanada dan Botswana menjadi tuan rumah dalam Konferensi Media Global kedua secara virtual. Para menteri dan peserta membahas berbagai masalah termasuk dampak Covid-19 pada kebebasan media dan mendesak pemerintah untuk terus mengambil langkah-langkah untuk menjamin kebebasan media dan keselamatan jurnalis. Para peserta juga meminta pemerintah untuk menahan diri dalam memberlakukan pembatasan yang tidak semestinya dalam perang melawan COVID-19.

Menteri Luar Negeri Inggris Dominic Raab mengambil bagian dalam acara tersebut dan mengumumkan pemenang Penghargaan Kebebasan Media bersama Inggris-Kanada yang pertama diberikan kepada Asosiasi Jurnalis Belarusia. Asosiasi Jurnalis Belarusia (BAJ) telah bekerja selama 25 tahun, dan merupakan satu-satunya serikat jurnalis independen di negara tersebut.

Mengomentari penghargaan tersebut, Menteri Luar Negeri Inggris Dominic Raab mengatakan sangat penting bagi jurnalis untuk dapat melaporkan dan menjelaskan apa yang sedang terjadi, di mana pun mereka bekerja di dunia, tanpa merasa takut akan adanya pembalasan, sensor atau hukuman.

“Saya memberikan penghormatan kepada Asosiasi Jurnalis Belarusia atas dedikasinya dalam melaporkan hak asasi manusia dan penipuan yang terjadi saat pemilu di tengah kekerasan, ancaman dan intimidasi. Peran dan kerja mereka yang difokuskan membela kebebasan media akan selalu penting,” katanya.

Sementara Andrei Bastunets, Ketua Asosiasi Jurnalis Belarusia mengatakan, merupakan kehormatan besar bagi Asosiasi Jurnalis Belarusia untuk menerima penghargaan ini. Dia menganggap penghargaan ini sebagai penilaian tinggi atas kerja koleganya, yang setiap hari secara jujur ​​meliput acara di Belarus, mempertaruhkan kebebasan dan kesehatan mereka.

Saat ini, jurnalis di Belarus harus bekerja di bawah hujan tembakan, secara harfiah, di negara yang damai. Mereka adalah korban kekerasan polisi, dihukum dan ditangkap dalam jangka waktu yang lama karena pekerjaan mereka. “Kami berterima kasih kepada setiap suara di dunia yang berbicara untuk jurnalis Belarusia hari ini! Ini sangat berarti bagi kolega kami yang sedang dipenjara,” katanya.

Seperti diketahui, Konferensi Kebebasan Media Global ke-2 diselenggarakan secara virtual, oleh Kanada dan Botswana, sebagai tindak lanjut dari konferensi London pertama yang diadakan pada Juli 2019.

Konferensi ini menyoroti tantangan-tantangan yang dihadapi oleh jurnalis selama pandemi COVID-19, dan bagaiman hal ini telah mengubah cara kerja jurnalis, menjadikan peran jurnalis jauh lebih penting dari sebelumnya.

Media Freedom Prize – sebuah penghargaan yang diberikan untuk mengakui keberhasilan jurnalis, individu, dan organisasi yang secara aktif mempromosikan dan melindungi kebebasan media. Tahun ini penghargaan diberikan kepada Asosiasi Jurnalis Belarusia atas konsistensi dan pengorbanan mereka dalam menghadapi tingginya tingkat ancaman dan kekerasan yang dialami oleh media di Belarus. [hen/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar