Peristiwa

Mbah Modin Terjaring Razia di Hotel, Puluhan Warga Kerek Tuban Luruk Balai Desa

Kasi Kesra Terjaring Razia Satpol PP, warga Luruk Balai Desa

Tuban (beritajatim.com) – Puluhan warga masyarakat yang mengatasnamakan Aliansi Masyarakat Desa Hargoretno, Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban mendatangi kantor desa tersebut untuk melakukan unjuk rasa meminta Kasi Kesejahteraan Masyarakat (Kesra) atau Modin supaya dipecat.

Aksi tersebut dilakukan warga lantaran merasa kesal dengan Kasi Kesra desa tersebut lantaran pernah terjaring razia Satpol PP. Kasi Kesra atau Mbah Modin itu terjaring razia yang dilakukan Satpol PP akhir pekan lalu lantaran berduaan bersama seorang wanita yang bukan istrinya di dalam kamar hotel di Kota Tuban.

Pantauan beritajatim.com di lapangan, dengan membawa sejumlah poster, puluhan warga Desa Hargoretno, Kecamatan Kerek, Tuban mendatangi balai desa. Mereka mengecam tindakan oknum perangkat desa itu yang dinilai mencemarkan nama baik warga Desa Hargoretno.

“Kami datang ke sini atas nama aliansi masyarakat Desa Hargoretno memberikan mosi tidak percaya pada Kasi Kesra atau Modin. Karena sudah yang bersangkutan sudah mencemarkan nama baik desa,” ungkap Dwi Rudi (30), salah satu perwakilan warga Desa Hargoretno, yang ikut dalam aksi itu.

Aksi warga, menuntut perangkat desa dipecat

Rudi menjelaskan, bahwa terkait dengan tertangkapnya ST (38), yang terjaring dalam razia yang dilakukan oleh Satpol PP Tuban sudah dikonfirmasi kebenarannya pada pihak Satpol PP Tuban. Bahwa warga mengaku juga sudah memiliki bukti surat penyataan atas tertangkapnya Kasi Kesra itu saat berduaan di kamar hotel bersama tetangganya.

“Sebelum kami datang ke desa, kami sudah mencari dan mengumpulkan data yang sebenar-benarnya terkait dengan kabar tersebut. Terkait dengan penangkapan itu, kami juga sudah langsung datang ke Satpol PP untuk menanyakan terkait hal itu,” tambahnya.

Puluhan warga melakukan orasi di depan kantor desa tersebut yang menuntut supaya Kasi Kesra yang terjaring razia di hotel itu untuk mundur dari perangkat desa. Aksi warga itu langsung ditemui oleh pihak desa yakni Kepala Desa dan dimediasi oleh Camat Kerek, Kabupaten Tuban yang kemudian melakukan musyawarah dengan perwakilan warga.

“Kami meminta yang bersangkutan untuk mengundurkan diri atau dipecat dari jabatannya,” paparnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, ST (38) oknum perangkat desa di Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban terjaring razia di hotel saat berduaan di kamar hotel bersama wnaita lain. ST dan seorang wanita yang tak lain adalah tetangganya sendiri diamankan oleh Satpol PP lantaran tidak bisa menunjukkan surat nikah saat digrebek di kamar hotel.[mut/ted]





Apa Reaksi Anda?

Komentar