Peristiwa

Mayat Bocah Usia 12 Tahun di Bawah Jembatan, Tenggelam atau Dibuang?

Proses evaluasi mayat anak-anak yang ditemukan di bawah Jembatan Gumul KM Lamongan 32+400. [Foto: misti/bj.com]

Mojokerto (beritajatim.com) – Sesosok mayat berjenis kelamin laki-laki ditemukan di bawah Jembatan Gumul KM Lamongan 32+400, Kamis (30/1/2020). Mayat yang diperkirakan masih bocah itu mungkin karena tenggelam atau mungkin dibuang ke sungai karena ditemukan sandal jepit diduga milik korban yang tergantung di pipa saluran air dengan menggantung tapi rafia.

Kabar penemuan mayat tersebut viral di media sosial (medsos), sehingga meski jauh dari pemukiman warna namun lokasi penemuan dipenuhi masyarakat yang penasaran. Petugas kepolisian sempat kesulitan melakukan identifikasi mayat karena posisi mayat yang berada di dasar sungai.

Sementara puluhan warga berkerumun untuk melihat mayat dari jarak dekat. Meski sudah dipasang garis polisi, namun tak membuat masyarakat menjauh. Bahkan pihak kepolisian berkali-kali meminta warga menjauh dari lokasi Tim Identifikasi Satreskrim Polresta Mojokerto melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Mayat yang diperkirakan berumur antar 12 tahun hingga 13 tahun tersebut ditemukan pertama kali dalam posisi telungkup. Mayat menggunakan baju koko warna hitam lengan panjang dan celana pendek warna abu-abu. Di atas mayat, sandal yang diduga milik korban tergantung tali rafia di pipa saluran air.

Di dekat mayat ada dua bungkusan sampah, pihak kepolisian belum bisa memastikan benda tersebut merupakan barang bawaan korban serta seutas tali rafia. Setelah dilakukan identifikasi dan olah TKP, jenazah korban dievakuasi ke RSUD RS Basoeni, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto.

Kapolsek Kemlagi, AKP Supriyadi mengatakan, lokasi penemuan mayat berasa di perbatasan antara Kecamatan Kemlagi dan Dawarblandong. “Sisi selatan Desa Kemlagi dan utara Desa Cendoro, Kecamatan Dawarblandong. Untuk sementara, kondisi mayat ditemukan dibawah jembatan,” ungkapnya.

Pihaknya masih melakukan pendalaman karena di lokasi ditemukan sandal jepit yang diduga milik korban tergantung di pisa saluran air. Di dekat lokasi juga ditemukan dua bungkusan sampah serta seutas tali rafia. Kapolsek menjelaskan, jika penemuan mayat tersebut dari laporan masyarakat yang melihat ada mayat di bawah jembatan.

“Terkait lain-lain masih kita lakukan pendalaman. Dari kondisi fisik mayat merupakan anak-anak diprediksi usia antara 12-13. Ciri-ciri pakaian hitam-hitam, ada sandal jepit tergantung di pipa. Untuk tali rafia, kita teliti dulu punya dia atau orang membuang di situ termasuk dua bungkusan itu. Karena kebiasaan masyarakat membuang sampah di situ,” jelasnya. [tin/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar