Peristiwa

Mayat Bayi Terkubur di Persawahan akan Diotopsi

Ponorogo (beritajatim.com) – Kapolres Ponorogo AKBP Arief Fitrianto meninjau langsung lokasi penemuan mayat bayi di saluran air area persawahan Dusun Kaponan 3 Desa Kaponan Kecamatan Mlarak Ponorogo. Dia menyebut jika mayat bayi tersebut diduga setelah dilahirkan kemudian dikuburkan di tempat tersebut. “Usia mayat bayi itu diperkirakan 8 bulan dikandungan,” kata Arief, saat ditemui awak media di lokasi, Kamis (30/1/2020).

Usai mendapatkan laporan dari masyarakat tentang penemuan bayi itu, Polres Ponorogo langsung menerjunkan anggotanya untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Selain itu polisi juga melakukan pemeriksaan terhadap saksi. Mayat bayi kemudian dibawa ke ruang jenazah RSUD Dr. Harjono Ponorogo. Untuk dilakukan otopsi dari tim forensik RS Bhayangkara Kediri. “Hasil otopsi nanti bisa diketahui penyebab kematian bayi, sembari menanti hasilnya kita lakukan penyelidikan,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, warga Dusun Kaponan 3 Desa Kaponan Kecamatan Mlarak Ponorogo dibuat geger dengan penemuan bayi yang dikubur di saluran air area persawahan desa setempat.

Menurut informasi yang dihimpun beritajatim.com di lokasi penemuan, bayi diketemukan terkubur di dalam saluran air dibungkus dengan kain putih. Diketemukan oleh petani yang sedang melebarkan saluran air tersebut. “Awalnya saya menggali untuk memperlebar saluran air. Waktu mencangkul ada kain putih dan tak buka terlihat kaki,” kata Prayogo, saksi yang pertama kali menemukan.(end/kun)





Apa Reaksi Anda?

Komentar