Peristiwa

Mau Mudik ke Sapeken Madura, Begini Syaratnya

Banyuwangi (beritajatim.com) – PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) Pelindo III cabang Tanjung Wangi Banyuwangi menerapkan protokol ketat terkait aturan pelayanan angkutan penumpang di Pelabuhan Tanjung Wangi Banyuwangi. Kondisi ini dalam rangka menindak lanjuti aturan pemerintah terkait larangan mudik lebaran 2020 dalam rangka memutus penyebaran Covid-19,

Dalam hasil rapat bersama dengan berbagai stakeholder di antaranya, operator pelabuhan, operator kapal, kepala kantor kesehatan pelabuhan dan syahbandar, semua sepakat pelayanan penjualan tiket dilakukan langsung oleh operator kapal. Langkah itu sekaligus sebagai tahapan awal seleksi dan pengecekan kelengkapan dokumen persyaratan sesuai dengan aturan yang berlaku.

General Manager Pelabuhan Tanjungwangi, Moh Nizar fauzi menjelaskan pihaknya telah melakukan koordinasi dengan tim gabungan untuk melaksanakan pemeriksaan ulang kepada penumpang sebelum memasuki wilayah terminal Penumpang Tanjung Wangi. Selaku operator terminal penumpang, dirinya meminta seluruh penumpang yang akan berpergian dipastikan memenuhi persyaratan yang berlaku.

“Penumpang yg telah memiliki tiket artinya penumpang yg telah melalui screening awal seleksi administrasi persyaratan bepergian namun sebelumnya tim gabungan akan melakukan pemeriksaan kembali di terminal sebagaimana prosedur covid dan perjalanan yg tertuang dalam SE kemehub,” jelas Nizar, Selasa (19/5/2020).

Sementara itu, Kepala kantor Kesehatan Pelabuhan Tanjung Wangi, dr. Nungki menyebutkan syarat mendapatkan surat sehat adalah dengan menunjukkan hasil Rapid test, dan hasil rapid test memiliki masa berlaku selama 7 hari. “Sehingga calon penumpang yang tidak bisa melengkapi persyaratan tersebut maka tidak akan diijinkan untuk berpergian,” katanya.

Rencananya, angkutan penumpang di Pelabuhan Tanjung Wangi yang beroperasi saat ini hanya ada satu kapal, yakni KM Sanus 92 tujuan Sapeken, Madura.

Sebelumnya pemerintah resmi melarang pelaksanaan mudik Lebaran tahun 2020. Tujuan utamanya adalah memutus rantai penyebaran virus corona (Covid-19) ke berbagai pelosok daerah di Indonesia. Larangan mudik ini tertuang pada Peraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun 2020 tentang Pengendalian Transportasi Selama Masa Mudik Idul Fitri Tahun 1441 Hijriah dalam rangka Pencegahan Penyebaran Corona Virus Covid-19. [rin/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar