Peristiwa

Masyarakat Tepian Hutan Bojonegoro Dilanda Banjir Bandang

Bojonegoro (beritajatim.com) – Sebagian masyarakat yang berada di tepian wilayah hutan bagian selatan Kabupaten Bojonegoro terdampak banjir bandang. Banjir menerjang rumah warga, sawah dan jalan setinggi antara 20 centimeter hingga 60 centimeter (cm), Senin (30/12/2019) malam.

Banjir terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur sekitar hutan. Air yang bercampur dengan lumpur mengalir cukup deras. Banjir terjadi akibat luapan air yang berasal dari kawasan hutan wilayah Perhutani KRPH Sampang, Desa Kunci Kecamatan Dander. Selain Desa Kunci, banjir juga terjadi di Desa Sumberarum.

“Sekarang masih dalam proses pendataan warga yang terdampak banjir di Desa Kunci Kecamatan Dander, mulai dari RT 1 hingga RT 21, dan di Desa Sumberarum di RT 8,” ujar Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro Umar Ghoni.

Selain di Kecamatan Dander, banjir juga terjadi di wilayah hutan Kecamatan Gondang. Hingga mengakibatkan tanggul sungai di Dusun Bluru, Desa Pragelan, Kecamatan Gondang, jebol. Luberan air hingga menyeret lumpur, ranting dan sampah. Menggenangi jalan sepanjang kurang lebih 500 meter dengan ketinggian sekitar 20 cm.

“Sementara rumah yang terdampak banjir di Desa Pragelan, ada delapan rumah di RT 10 dan 11 Dusun Bluru, Desa Pragelan,” pungkasnya.

Ketua Forum Peduli Bencana Indonesia (FPBI) Kabupaten Bojonegoro, Nurcholis mengatakan, banjir yang kerap terjadi, khususnya di kawasan hutan tersebut karena pohon yang seharusnya bisa menyerap air sudah mulai berkurang. Perbukitan banyak yang beralih fungsi menjadi lahan pertanian warga. “Pohon penangkis airnya sudah mulai berkurang. Sehingga air langsung mengalir ke daerah yang lebih rendah,” terangnya. [lus/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar