Peristiwa

Masyarakat Diimbau Waspada Bencana Alam Hingga Maret 2021

Pamekasan (beritajatim.com) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pamekasan, kembali mengingatkan masyarakat agar selalu waspada terhadap beragam bencana alam di musim penghujan tahun ini. Tidak terkecuali dengan kejadian La Nina.

“Berdasar data BMKG, musim ini diprediksi bakal ada fenomena La Nina dan intensitas hujan, sehingga perlu diwaspadai oleh seluruh masyarakat,” kata Kepala BPBD Pamekasan, Akmalul Firdaus, melalui Kasi Kesiapsiagaan, M Afandi, Jum’at (18/12/2020).

Tidak hanya itu, pihaknya menyampaikan fenomena La Nina sudah terjadi di Indonesia sejak dua bulan terakhir dan diprediksi terjadi dalam beberapa bulan kedepan. “Bahkan fenomena (La Nina) ini juga diprediksi bakal berlangsung hingga Maret 2021 mendatang,” ungkapnya.

“Dari itu kami mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya yang berada di titik rawan bencana agar selalu waspada, sekaligus berhati-hati terhadap beragam bencana alam. Setidaknya kita dapat meminimalisir terjadinya bencana alam di Pamekasan,” imbaunya.

Fenomena banjir yang terjadi di wilayah pantura Pamekasan, Rabu (16/12/2020) lalu.

Selain itu pihaknya juga mengingatkan masyarakat agar dapat menginformasikan beragam potensi bencana kepada aparat terdekat, mulai dari aparat tingkat desa hingga instansi yang dipimpinnya. “Tidak kalah penting, jika terjadi bencana segera hubungi aparat pemerintah terdekat atau langsung ke BPBD,” pintanya.

Seperti diketahui, potensi bencana hampir terdapat di seluruh kecamatan di kabupaten Pamekasan. Mulai dari bencana angin kencang maupun puting beliung, bencana longsor hingga bencana banjir atau luapan air akibat intensitas hujan.

Potensi bencana angin kencang diprediksi terjadi di empat kecamatan berbeda, meliputi Kadur, Larangan, Pademawu dan Tlanakan. Untuk potensi longsor tersebar di berbagai titik di wilayah pantura, seperti Batumarmar, Kadur, Pagantenan, Palengaan dan Waru. Sementara untuk genangan atau banjir di wilayah selatan, seperti Pademawu dan Pamekasan (Kota).

Namun pada Rabu (16/12/2020) kemarin. Luapan sungai di wilayah pantura mengakibatkan tiga desa di kecamatan Pasean dan Waru, terendam banjir dan menggenangi sejumlah lahan persawahan hingga beberapa rumah warga. Tiga titik banjir terjadi di Dusun Jungcang, Desa Sana Tengah, Kecamatan Pasean, serta dua desa di kecamatan Waru. [pin/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar