Peristiwa

Masuk Zona Merah Covid-19, Kapolres Malang: Kerumunan Massa Kita Tindak Tegas

Malang (beritajatim.com) – Upaya memutus penyebaran Coronavirus disease atau Covid-19, digencarkan aparat Kepolisian Resor Malang bersama Kodim 0818 Kabupaten Malang-Kota Batu sejak tadi malam. Social Distancing jadi modal utama mengurangi penyebaran virus corona.

Langkah represif pun akan dilakukan apabila, masyarakat tidak mengindahkan himbauan dan seruan pemerintah untuk tetap dirumah dan mengurangi kegiatan diluar apabila tidak terlampau urgen dan isidentil. Terlebih, wilayah Kabupaten Malang sampai hari ini, sudah masuk zona merah penyebaran Covid-19.

“Seperti kita ketahui bersama Surabaya dan Malang ini sudah masuk zona merah corona, jadi kita harus benar-benar atensi, jangan sampai terjadi permasalahan-permasalahan atau penambahan jumlah warga yang terkena virus ini,” ujar Kapolres Malang, AKBP Hendri Umar, Selasa (24/3/2020).

Menurut Hendri, siapapun yang masih tidak patuh dengan himbaun tersebut, maka pihaknya siap memberikan tindakan tegas.

“Kita sudah punya maklumat Kapolri, kemudian kita juga sudah ada arahan dari Kapolda, untuk menindak tegas terhadap, setiap, tempat yang masih mengumpulkan massa dalam jumlah besar atau keramaian yang cukup besar. Sudah jelas perintahnya bahwa penyebaran virus corona ini harus kita cegah bersama,” tuturnya.

Sementara berdasarkan data yang dihimpun dari laman satgascovid19.malangkab.go.id hingga pukul 23.00 WIB, Senin (23/3/2020), jumlah warga di Kabupaten Malang yang dinyatakan positif Covid-19 ada 4 orang. Rinciannya, satu orang telah meninggal dunia dan sisanya tengah menjalani perawatan.

Kemudian, ada juga 16 warga yang berstatus orang dalam pemantauan atau ODB. Serta 6 warga berstatus pasien dalam pengawasan atau PDP.

Hendri Umar melanjutkan, khusus untuk kegiatan keagamaan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Forum Kerukunan Umat Beragama atau FKUB.

“Kami sudah koordinasi dengan Forkompinda Kabupaten Malang, kemudian juga dengan FKUB Kabupaten Malang, kita sudah sepakat untuk mengingatkan masing-masing jamaah atau warga yang masih melaksanakan kegiatan ibadah, kita batasi jumlahnya, dan kita benar-benar sesuaikan dengan situasi saat ini, bahwa jangan sampai ada kumpulan massa yang cukup besar,” tegas Hendri.

Hendri menambahkan, FKUB Kabupaten Malang sudah menerbitkan surat edaran terkait kebijakan kegiatan keagamaan ditengah mewabahnya Covid-19 ini.

“Sudah ditindaklanjuti oleh FKUB, sudah memberikan surat edaran kepada masing-masing pemeluk agamanya. Kemudian khususnya dari NU (Nahdhatul Ulama, red), juga sudah ada surat edaran khusus untuk memberi tahu kepada rekan-rekan NU yang lainnya,” terangnya.

Mengenai lain hal seperti adanya orang meninggal dunia, dan pasti mendatangkan jumlah warga yang banyak, Hendri memiliki cara antisipasi tersendiri.

“Itukan sifatnya insidentil, kita juga harus memahami kondisi seseorang yang baru meninggal. Pasti akan banyak pentakziah yang datang kesana, kami sudah siapkan, kami akan standby disana, untuk memberikan himbauan, jangan terlalu lama berdiam disitu, dan nanti kita akan siapkan masker, dan hand sanitizer, untuk pentakziah. Kami himbau, kalau sudah selesai, bisa langsung pulang ke rumah masing-masing,” Hendri mengakhiri. [yog/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar