Iklan Banner Sukun
Peristiwa

Masuk Rehab Tahun Ini, SDN 1 Babadan Keburu Roboh

Petugas dari TNI dan Polri menunjukkan plafon bangunan SDN 1 Babadan yang mulai rusak. (Foto/Endra Dwiono)

Ponorogo (beritajatim.com) – Tiga gedung SDN 1 Babadan yang roboh, pada Minggu (20/6) dini hari, sebenarnya sudah diusulkan pihak sekolah untuk direhab. Pengusulan dilakukan pada tahun 2019 lalu, namun bakal terealisasi pada tahun ini.

“Sebenarnya gedung yang roboh itu, tahun ini direhab. Tetapi tidak kanten (sabar) malah sudah roboh,” kata Kepala SDN 1 Babadan, Utami, Senin (21/6/2021).

Dari tahun 2019 sudah mulai rusak. Dinding bangunan yang belakang sudah rusak. Plafon yang berada di ruang kelas 3 juga sudah kendor. Beberapa bagian atap bocor, sehingga saat hujan, airnya rembes dan menggenangi lantai.

“Karena mau jatuh, plafon ada yang disangga dengan bambu,” katanya.

Beruntung tidak ada korban jiwa dalam robohnya 3 atap SDN 1 Babadan itu. Selama pandemi Covid-19 untuk ruangan kelas tidak dipakai, karena siswa memang libur. Namun untuk ruang kantor guru dan ketua kelas beberapa kali dipakai. Tetapi karena melihat kondisi ruangan yang sudah memburuk, pihak sekolah mengosongkan. Beberapa lemari dan perabot lainnya juga sudah dipindahkan.

“Ini tadi ada 1 unit komputer dan 2 printer rusak tertimpa reruntuhan,” katanya.

Selain peralatan komputet, meja dan kursi juga ikut tertimbun atap yang roboh. Utami mengungkapkan pada liburan semester akan memindahkan perabotan itu semua.

“Saya sudah lapor ke Dinas Pendidikan. Bangunan ini terakhir direhab pada tahun 2007 lalu,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, tiga gedung sekolah dasar negeri (SDN) 1 Babadan di Desa/Kecamatan Babadan Kabupaten Ponorogo roboh. Beruntung, robohnya gedung yang berada di pinggir jalan raya Ponorogo – Madiun itu, tidak menelan korban jiwa.

Ambruknya gedung SD itu diduga akibat hujan deras yang mengguyur daerah itu pada Sabtu (19/6) malam. Selain itu, kayu-kayu yang berada di atap bangunan juga mulai lapuk.

“Malam Minggu (19/6) kemarin itu hujan, ada laporan warga sebagian kecil dinding jatuh. Setelah dikontrol oleh komite sekolah ternyata benar,” kata Kepala SDN 1 Babadan, Utami.

Semakin malam, hujan tak kunjung reda, malah semakin deras. Nah, pada hari Minggu (20/6) dini hari sekitar pukul 01.00 WIB, warga yang berada di seputaran sekolah mendengar suara gemuruh. Setelah dicek ternyata, atap bangunan 3 gedung di SD tersebut roboh. Yakni di ruang kelas 3, ruang kantor guru dan ruang kepala sekolah.

“Jadi hujan itu tak kunjung berhenti, tengah malam sudah lewat warga mendengar suara gemuruh, setelah dicek atap ruang SD ambruk,” katanya. [end/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar