Peristiwa

Masuk Ponorogo Dicek Suhu Tubuhnya

Pengecekan suhu tubuh kepada pengendara yang ingin masuk ke wilayah Ponorogo.(foto/Endra Dwiono)

Ponorogo (beritajatim.com) – Untuk memproteksi warga bumi reyog supaya tidak terjangkit virus corona, Pemkab Ponorogo melalui satgas pencegahan corona melakukan langkah-langkah antisipatif. Dengan memfilter orang-orang yang akan masuk ke Ponorogo. Yakni mengecek suhu tubuh mereka. Tim pengecekan suhu tubuh ini sementara ditempatkan di perbatasan antara Ponorogo – Madiun. Semua pengendara baik sepeda motor maupun mobil dicek suhu tubuhnya.

“Idealnya sih semua titik-titik perbatasan yang masuk Ponorogo. Namun ini sementara kami lakukan di perbatasan Ponorogo-Madiun yang memang arus lalu lintasnya padat,” kata Kepala Dinkes Ponorogo drg. Rahayu Kusdarini, Sabtu (21/3/2020) sore.

Tim ini rencananya akan bertugas selama 24 jam. Personil yang diturunkan pun menyesuaikan kebutuhan, sebab tugas dari tenaga kesehatan juga sangat banyak. Mulai dari pemantauan terhadap warga yang masuk kategori ODR yang dipantau selama 14 hari.

“Pelaksanaan ini nantinya akan kami evaluasi, sekiranya personil dan alat pengecekan suhu tubuh memadai tidak menutup kemungkinan akan kami siagakan tim pengecekan disemua titik perbatasan,” katanya.

Pengukuran suhu tubuh dirasa lebih efektif dari pada timnya menanyakan riwayat mobilitas maupun asal dari pengendara yang mau masuk Ponorogo. Menurut pantauan beritajatim.com dilokasi pengecekan, pengendara yang suhu tubuhnya dibawah 38° celcius diperbolehkan untuk melanjutkan perjalanan. Sedangkan pengedara yang suhu tubuhnya diatas 38° celcius, akan dilakukan pemeriksaan di pos kesehatan yang ada di sekitar lokasi pengecekan.

“Kami observasi, apakah kenaikan suhu tubuh ini kecenderungan disebabkan virus corona atau yang lainnya,” ungkap Irin sapaan akrab drg. Rahayu Kusdarini.

Jika ada kecurigaan dari virus corona, maka ada beberapa hal yang akan dilakukan tim satgas. Kalau yang bersangkutan berKTP Ponorogo, maka diberi tindakan di rawat di Puskesmas atau menjalani karantina di rumah. Sedangkan yang berasal dari luar Ponorogo, disarankan untuk kembali ke tempat asal dan tidak masuk Ponorogo. Irin menambahkan per Sabtu (21/3/2020) ini, Dinkes Ponorogo mencatat ada satu orang yang berstatus PDP, sebanyak 35 orang ODP. Dan ada 646 jiwa yang berstatus ODR. “Pengecekan suhu tubuh ini bagian dari ikhtiar kami, supaya Ponorogo bisa zero terjangkit virus asal Kota Wuhan, China tersebut,” pungkasnya.(end/kun)

Apa Reaksi Anda?

Komentar