Peristiwa

Masuk Masjid Pesta Sabu, 3 Pemuda Kenjeran Surabaya Digerebek Warga

Tiga Pelku pesa Narkoba di masjid Kenjeran. Foto:Istimewa

Surabaya (beritajatim.com)- Seorang warga melihat tiga pemuda naik pagar masjid Al Furqon di kawasan Kenjeran, Surabaya, Minggu (5/9/2019) dini hari.

Karena mencurigakan lantaran pagar digembok dan masjid sudah tutup, warga pun lantas memanggil Polisi untuk menangkap tiga orang tersebut. Hanya saja, saat dicari di dalam masjid dan halaman, ketiga orang tersebut tak ditemukan.

“Selanjutnya warga dan petugas mengecek kamar mandi atau kamar kecil. Dan benar ketiga orang tersebut berada di dalam untuk membuang alat bong sabu,” jelas Kanit Reskrim Polsek Kenjeran Iptu Endri Subandrio kepada wartawan, Rabu (11/9/2019).

“Padahal warga dan petugas mengira tiga lelaki ini mau curi kotak amal. Lah kok pesta sabu,” lanjutnya.

Iptu Endri menjelaskan ketiga orang tersebut adalah Achmad Farits (22), warga Dlanggu, Mojokerto; Choirul Asghor (19), warga Platuk Donomulyo I, Kenjeran; dan DA (17), warga Platuk Donomulyo, Kenjeran. Ketiganya diamankan di Masjid Al Furqon di kawasan Platuk Donomulyo.

Tak hanya alat sabu atau bong, dari tangan ketiga pemuda ini ditemukan sisa sabu yang berusaha diguyur air ke dalam closet namun tidak berhasil masuk lubang closet.

Kendati warga geram melihat kelakuan bejat ketiga pemuda tersebut, petugas berhasil mengamankan pelaku dari amukan warga di sekitar masjid.

“Tempat beribadah mereka gunakan untuk berbuat maksiat. Beruntung warga tidak sempat menghakimi mereka. Polisi langsung mengamankan ketiganya ke Polsek Kenjeran,” lanjutnya.

Sementara itu, dari pengakuan ketiga tersangka, mereka tidak mengira aksi mereka diintai oleh warga. Mereka mengira tempat tersebut aman. Mereka mendapatkan barang haram tersebut dari seorang bandar sabu di wilayah Wonokusumo Jaya.

Uangnya didapat dari patungan ketiga tersangka. Ironisnya salah satu tersangka berinisal DA ternyata masih terdaftar sebagai siswa kelas XII di salah satu Sekolah Menengah Atas (SMA) di wilayah Surabaya.

“Pengakuan mereka baru sekali. Namun Ini masih kami kembangkan. Sabu yang mereka beli sudah habis digunakan ketiganya,” tandas Endri.(man/ted)

Apa Reaksi Anda?

Komentar