Peristiwa

Masuk DPRD Jombang, Pendemo Wajib Pakai Masker dan Cuci Tangan

Perwakilan buruh mencuci tangan terlebih dulu sebelum memasuki gedung DPRD Jombang, Kamis (15/10/2020). [Foto/Yusuf Wibisono]

Jombang (beritajatim.com) – Demo ratusan buruh Jombang menolak Omnibus Law akhirnya ditemui oleh Ketua DPRD Masud Zuremi dan Bupati Hj Mundjidah Wahab, Kamis (15/10/2020). Namun tidak semua buruh diperkenankan masuk ke gedung dewan. Hanya ketua serikat buruh yang diperkenankan mengikuti dialog tersebut.

Namun sebelum memasuki gedung dewan, perwakilan buruh wajib menerapkan 3M (Menjaga Jarak, Memakai Masker, Mencuci Tangan). Tentu saja, perwakilan buruh tersebut memakai masker, kemudian mencuci tangan dengan sabun di tempat yang disediakan. Saat di dalam ruangan, mereka juga duduk di kursi yang disiapkan dengan tetap menjaga jarak.

Kepada massa aksi, Ketua DPRD Jombang Mas’ud Zuremi mengingatkan pentingnya 3M. Karena upaya tersebut bisa memutus rantai penyebaran Covid-19. Hal itu diungkapkan Mas’ud beberapa kali. Yakni, saat Masud melakukan orasi di atas mobil terbuka, juga saat menerima perwakilan buruh.

“Saya berharap semuanya mematuhi protokol kesehatan (prokes). Jadi meskipun demo wajib memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan. Hal itu untuk memutus rantai penyebaran Covid-19,” kata Mas’ud yang merupakan politisi asal PKB ini.

Dalam pertemuan di ruang paripurna, perwakilan buruh menyampaikan aspirasinya. Yakni membeberkan alasan penolakan UU Cipta Kerja. Perwakilan juga menyodorkan draft penolakan untuk ditandatangani oleh Ketua DPRD dan Bupati Jombang Hj Mundjidah Wahab.

Gayung pun bersambut. Permintaan buruh dikabulkan. Katua DPRD dan Bupati Jombang membubuhkan tanda tangan atas draft penolakan UU Cipta Kerja yang disodorkan oleh buruh. “Kami mendukung perjuangan buruh Jombang,” pungkas Masud. [suf]

Ketua DPRD Jombang Masud Zuremi dan Bupati Jombang Hj Mundjidah Wahab usai menandatangani penolakan omnibus law dari perwakilan buruh, Kamis (15/10/2020)




Apa Reaksi Anda?

Komentar