Peristiwa

Massa FPI di Sumenep Akhiri Aksi Dengan Bakar ‘Bendera PKI’

Sumenep (beritajatim.com) – Ratusan massa Front Pembela Islam (FPI) bersama elemen ormas Islam lainnya, mengakhiri aksi unjuk rasa dengan membakar gambar palu dan arit. Mereka menyebut sebagai ‘bendera PKI’. Pembakaran lambang partai terlarang itu sebagai buntut penolakan Rancangan Undang-undang (RUU) Haluan Ideologi Pancasila (HIP).

“Kami tidak mau paham PKI ini hidup lagi. Tidak boleh. RUU HIP yang diusulkan itu bisa menjadi cikal bakal munculnya PKI,” kata salah satu orator, KH. Jurjiz Muzammil, Jumat (10/07/2020).

Sekitar 600 massa melakukan ‘long march’ dari areal Taman Adipura menuju depan gedung DPRD Sumenep. Massa kemudian duduk bersila di Jl. Trunojoyo depan kantor DPRD sambil membaca sholawat , berdzikir, dan berdoa bersama-sama, dipimpin Habib Ali Zainal Abidin Aljufri.

Aksi damai massa FPI ini juga untuk mengawal maklumat Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang menolak RUU HIP. Mereka membawa poster-poster bertuliskan protes terhadap RUU HIP. Diantaranya bertuliskan ‘Cabut dan Batalkan RUU HIP’, ‘Bubarkan partai yang mengusulkan dan mendukung lahirnya RUU HIP’.

Aksi yang dijaga ketat ratusan aparat kepolisian dan TNI itu berlangsung damai. Setelah melakukan orasi bergantian, aksi ditutup dengan doa. Setelah itu, massa pun membubarkan diri dengan tertib. (tem/kun)





Apa Reaksi Anda?

Komentar