Peristiwa

Massa di Mojokerto Demo Tolak RUU HIP

Massa aksi saat menggelar aksi di Mojokerto. [Foto: misti/bj.com]

Mojokerto (beritajatim.com) – Ratusan aktivis dari gabungan sejumlah organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam di Mojokerto melakukan aksi unjuk rasa untuk menolak pembahasan Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP). Dikawal Kapolres Mojokerto raya, massa melakukan long march dari gedung DPRD Kabupaten ke gedung DPRD Kota Mojokerto.

Dengan membawa sejumlah poster bertuliskan ‘Aku Bangga Menjadi Musuh PKI!!!’, ‘Tiga tuntutan rakyat : cabut RUU HIP, tangkap inisiator RUU HIP, deportase TKA China’, ratusan massa menggelar orasi di depan gedung DPRD Kabupaten Mojokerto. Tampak ratusan personel kepolisian berjaga di depan gedung wakil rakyat tersebut.

Sekretaris Front Pembela Islam (FPI) Nganjuk, Khoirul Anam menegaskan, RUU HIP tersebut diindikasikan merupakan salah satu tujuan pengerdilan Pancasila menjadi trisila, ekasila dan juga indikasi bangkitnya komunisme di Indonesia. “Kami berharap proses RUU HIP dihentikan dari program legilasi nasional,” ungkapnya, Kamis (2/7/2020).

Kedua penindakan tegas Tenaga Kerja Asing (TKA) China utamanya yang ilegal. Padahal, Indonesia saat ini menghadapi pandemi virus corona yang menyebabkan banyak masyarakat harus kehilangan pekerjaan lantaran Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Namun pemerintah justru mendatangkan TKA dari China.

“Hal ini sangat tidak bijak untuk bangsa kita. Kita tidak menginginkan dasar negara Indonesia Pancasila diganti. Terlebih Pancasila merupakan hasil kesepakatan para pendiri bangsa, yang juga kesepakatan para ulama dan seluruh elemen bangsa Indonesia. Itu kenapa hal yang tidak perlu dilakukan harus dilakukan, kenapa Pancasila dikerdilkan jadi ekasila dan trisila,” katanya.

Menanggapi hal tersebut, Ketua DPRD Kabupaten Mojokerto, Aini Zuhroh yang menemui perwakilan massa menyatakan dukungannya terkait tiga tuntutan tersebut. “Saya Ayni Zuroh dari PKB, Bapak, sama dengan panjenengan juga yaitu menolak RUU HIP. Kemarin PBNU juga menyatakan sikap menolak RUU HIP,” ujarnya.

Karena, lanjut politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini, hal tersebut bertentangan dengan nilai-nilai kebangsaan. Menurutnya, tidak ada yang boleh mengutak-atik Pancasila sebagai dasar negara Indonesia ini dan masalah TKI ilegal yang masuk menggerogoti NKRI akan ditindaklanjuti ke DPR RI.

Usai melakukan audiensi dengan Ketua DPRD Kabupaten Mojokerto, massa kemudian melakukan long march ke gedung DPRD Kota Mojokerto di Jalan Gajah Mada Kota Mojokerto. Long march dikawal Kapolres Mojokerto, AKBP Dony Alexander, Kapolresta Mojokerto, AKBP Deddy Supriyadi dan Dandim 0815 Mojokerto, Letkol Inf Dwi Mawan Sutanto.

Di depan gedung DPRD Kota Mojokerto, massa aksi juga menyampaikan hal yang sama. Perwakilan massa langsung ditemui Ketua DPRD Kota Mojokerto, Sunaryo meminta waktu untuk menelaah tiga tuntutan rakyat tersebut. “Kita akan menyampaikan semua aspirasi ini ke DPR RI. Hanya saja untuk pembuktian melanjutkan aspirasi semua butuh waktu, Selasa besok,” tegasnya. [tin/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar