Peristiwa

Massa Demo Pemkab Pamekasan Soal Tembakau

Pamekasan (beritajatim.com) – Puluhan massa yang mengatasnamakan mahasiwa dan petani menggelar unjuk rasa ke Kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan, di Jl Kabupaten 107, Rabu (28/8/2019) siang.

Aksi tersebut dilakukan sebagai upaya menuntut pemkab setempat, agar kembali peduli terhadap nasib masyarakat khususnya para petani di daerah berslogan Bumi Gerbang Salam. Terlebih memasuki musim pembelian tembakau tahun ini.

Bahkan dalam aksi tersebut, massa juga membawa gulungan tembakau sekaligus membakar sejumlah tembakau tepat di depan aparat keamanan yang siaga mengamankan aksi. “Ini salah satu bentuk kekecewaan kami terhadap pemerintah akibat anjloknya harga tenbakau,” kata salah satu orator aksi.

“Kami datang ke sini untuk berdiskusi bersama bagaimana kemelut di bawah soal tembakau. Dari itu kami menuntut bupati untuk menemui kami untuk mempertanyakan komitmen dan janji saat kampanye,” ungkapnya.

Selain itu, massa juga membentangkan sejumlah poster tuntutan berisi kekecewaan terhadap bupati Pamekasan. Di antaranya Bupati Gagal Hebat, Bupati Muda Tua Kaya Raya Rakyat Menderita, Rajjhe Bupatina, Bhejre Pabrikanah, Tompes Petanina dan sejumlah bentuk tulisan lainnya.

Dalam kesempatan tersebut, massa ditemui langsung oleh Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pamekasan, Bambang Edy Suprapto. Namun massa justru enggan karena tidak ditemui langsung oleh Bupati Badrut Tamam.

Bahkan Bambang juga sempat menjelaskan berbagai persoalan yang menjadi tuntutan massa aksi, termasuk sebagian perwakilan massa juga diajak bermusyawarah seputar persoalan tembakau di Kantor Pemda Pamekasan. [pin/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar