Iklan Banner Sukun
Peristiwa

Masih Bertambah, Total 136 Kasus PMK di Wilayah Magetan

Magetan (beritajatim.com) – Jumlah kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) di Magetan terus bertambah. Total ada 136 ekor sapi yang dinyatakan positif terkena PMK yang tersebar di 21 desa dan 12 kecamatan di Magetan per Senin (23/5/2022) pukul 11.30 WIB. Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Nur Haryani membenarkan jika pihaknya masih terus mengupdate sebaran kasus PMK di sejumlah wilayah di Magetan.

”Per hari ini pukul 11.30 WIB ada 136 ekor yang tersebar di 21 desa dan 12 kecamatan di Magetan. Sampai saat ini belum ada ternak yang dilaporkan mati,” kata Nur Haryani pada beritajatim.com, Senin (23/5/2022).

Sebarannya yakni di wilayah Kecamatan Kawedanan, Poncol, Parang, Plaosan, Nguntoronadi, Sukomoro, Kartoharjo, Karas, Magetan, Karangrejo, Lembeyan dan Barat.

Selama ini pihaknya melalui tenaga medis dan paramedis kesehatan hewan masih melakukan perawatan bagi hewan ternak. Sekaligus, terus mengingatkan peternak agar membatasi siapa saja yang masuk ke kandang. Selain itu, ternak yang sakit tidak boleh keluar dari kandang dan harus menjalani perawatan di kandang.

”Sampai saat ini belum ada yang dilaporkan sembuh. Tapi beberapa ternak yang terjangkit sudah menunjukkan perkembangan. Kondisinya sudah ada yang membaik. Seperti salah satu sapi di Desa Turi, Panekan, kondisinya sudah baik dan tinggal pemulihan di bagian kuku. Perkembangan juga ditunjukkan hewan ternak yang ada di lokasi lain,” terang Nur.

Dia meminta bagi semua peternak di Magetan agar terus menjaga kebersihan kandang. Karena daya tular penyakit PMK mencapai 100 persen. Desinfeksi tetap terus dilakukan dan pengobatan juga rutin dilakukan bagi ternak yang sudah terjangkit.

Selain itu, dia terus menyiagakan tenaga medis baik untuk komunikasi informasi dan edukasi bagi para peternak, juga melakukan surveilans. Hal itu dibantu dengan kehadiran pihak kepolisian yakni bhabinkamtibmas yang tersebar di 235 desa dan kelurahan di Magetan.

Sementara, pihaknya juga masih menutup tata niaga ternak dengan menutup seluruh pasar hewan di Magetan. Pun, penutupan akan terus dilakukan hingga Magetan nihil kasus PMK. (fiq/kun)


Apa Reaksi Anda?

Komentar