Peristiwa

Mantap!!! Kotak Koin Lazisnu Turen Terkumpul Rp 1 Milyar

Hanya dalam kurun waktu 7 bulan terhitung sejak Juli 2018 hingga Februari 2019 saat ini, Lazisnu MWC Turen mampu mengumpulkan koin amal dari masyarakat sebesar Rp.1.066 milyar lebih. Atau tepatnya Rp.1.066.038.550. Wow.

Malang (beritajatim.com) – Resep jitu mengokohkan ekonomi umat melalui Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqoh (Lazisnu), menjadi andalan Lazisnu dari MWC Kecamatan Turen, Kabupaten Malang. Hanya dalam kurun waktu 7 bulan terhitung sejak Juli 2018 hingga Februari 2019 saat ini, Lazisnu MWC Turen mampu mengumpulkan koin amal dari masyarakat sebesar Rp.1.066 milyar lebih. Atau tepatnya Rp.1.066.038.550. Wow.

Seperti apa caranya? Menurut H.Endy Anantholy Harjo, Ketua Lazisnu MWC Kecamatan Turen, Kabupaten Malang, menjelaskan, program kotak koin atau lebih populer dengan istilah ‘Pentung’ itu, sudah tertuang dalam kesepakatan bersama jajaran MWC NU Kecamatan Turen. Dimana pembukaan kotak amal koin, akan dilakukan pada 35 hari sekali (Selapan) tepat pada hari Ahad atau Minggu Wage.

“Saat ini Lazisnu MWC Turen memiliki 20 ribu kotak. Sementara kotak yang sudah dipentung atau kita buka dan dihitung sejak bulan Juli 2018 hingga Februari 2019 saat ini, sebanyak 13 ribu unit kotak dengan total pendapatan selama 7 bulan sebesar Rp.1 milyar lebih,” terang Haji Endy, Rabu (20/2/2019).

Haji Endy melanjutkan, ada beberapa resep yang dia terapkan. Pertama, kekuatan tim dan kekompakan tim mulai dari Kyai, Pemuda termasuk masyarakat dengan satu kata untuk mendukung kotak atau koin NU ini. Sehingga, semua masyarakat NU bisa mandiri. Termasuk memberi bantuan kepada masyarakat yang kurang mampu.

“Melalui kotak koin ini sedikit banyak bisa mensejahterakan masyarajat. Meskipun belum total,” urai Haji Endy.

Ia melanjutkan, sukses meraup satu milyar hanya dalam waktu 7 bulan, karena sinergi yang kuat antara semua komponen. Sehingga bisa bekerja dengan baik. “Hal yang tak kalah penting, seluruh ranting harus taat aturan. Sistem yang kami terapkan itu salah satunya hasil dari study banding dari beberapa daerah. Untuk itu, kami berharap bisa tajam dan tepat sasaran,” tegas Haji Endi.

Terlepas dari hal itu, lanjutnya, pihaknya juga membutuhkan publikasi. Agar masyarakat dengan mudah menerima akses untuk informasi, baik laporan angka dan kegiatan. Dengan demikian, masyarakat akan lebih mengenal koin NU serta manfaatnya yang akhirnya menjadi cepat berkembang.

“Selain itu juga karena dukungan perangkat desa, pemerintah kecamatan sangat mensuport. Yang jelas, program kita secara tak langsung turut membantu masyarakat prasejahtera di sejumlah pedesaan,” pungkasnya.

Terpisah, Ning Umah selaku Pengurus Lazisnu PW Jawa Timur menambahkan, Lazisnu Turen masuk terbesar di Jawa Timur. “Untuk terbesar koin Lazisnu adalah Lazisnu dari Turen, Malang. Toh ada beberapa diantaranya masuk katagori besar juga. Tapi itupun meliputi beberapa usaha,” kata Ning Umah. (yog/ted)

Apa Reaksi Anda?

Komentar