Peristiwa

Mantan Buruh PT Triyuda Cipta Sentoso Demo, Minta Dipekerjakan Kembali

Aksi F-SKOBAR di depan PT Triyuda Cipta Sentosa di Jalan Raya Perning, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto.

Mojokerto (beritajatim.com) – Puluhan buruh yang tergabung dalam Federasi Serikat Buruh Bersama Rakyat Bergerak (F-SKOBAR) mendemo PT Triyuda Cipta Sentosa di Jalan Raya Perning, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto, Kamis (3/3/2021). Buruh menuntut perusahaan mempekerjakan kembali dua warga Desa Perning yang sudah dirumahkan.

Di hadapan petugas kepolisian yang berjaga, Ketua F-SKOBAR, Khusnul Fasikin menyampaikan tujuan kedatangannya ke pabrik produksi pipa stainless untuk menuntut perusahaan mempekerjakan kembali warga Desa Perning yang sudah dirumahkan. “Kami minta perusahaan agar mempekerjakan kembali warga yang dirumahkan,” ungkapnya.

Meski menggelar aksi dengan melibatkan puluhan peserta aksi, aksi yang dilakukan tetap menerapkan protokol kesehatan dan menjaga jarak. Menurutnya, pihak perusahaan sengaja ada upaya melakukan Union Busting yakni pemberhangusan serikat.

“Dimana ada rencana akan mendirikan serikat di perusahaan ini karyawan langsung dirumahkan. Kami juga bagian dari aksi akan menjaga sesuai dengan aturan yang berlaku, 2 minggu yang lalu teman kami juga belum bekerja. Kami menunggu titik terang kapan warga Perning bisa bekerja kembali,” tambah Ketua F-SKOBAR Wilayah Surabaya, Mahfud.

Salah satu warga yang dirumahkan, Marno membenarkan, jika tujuannya datang ke PT Triyuda Cipta Sentosa untuk menuntut agar warga Perning dipekerjakan kembali. “Kenapa warga asli Perning yang bekerja di sini diberhentikan? Tapi kenapa orang dari luar Perning dimasukan untuk bekerja?,” tegasnya.

HRD PT Triyuda Cipta Sentosa, Roni dalam pertemuan menjelaskan, jika kebutuhan tenaga kerja melihat dari order. “Saat ini permintaan order berkurang dan tenaga kerja melebihi jumlah sehingga perlu adanya pengurangan pekerja. Kami minta agar warga membuat kembali surat lamaran ke perusahaan,” jelasnya.

Pihak PT Tri Putra Karmita akan memanggil lima orang warga untuk bekerja kembali dengan catatan warga membuat kontrak kerja baru. Pihaknya berharap pihak desa bisa memberikan pemahaman kepada warga jika kondisi perusahaan saat ini tidak banyak membutuhkan tenaga kerja.

Meski sempat mendirikan tenda di depan gerbang, usai dilakukan mediasi dan mendapat kesepakatan, massa aksi langsung membubarkan diri. Namun massa aksi memberikan jatuh tempo selama tujuh hari apabila kesepakatan tersebut tidak direalisasi maka akan melakukan aksi unjuk rasa dengan massa yang lebih banyak. [tin/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar