Iklan Banner Sukun
Peristiwa

Manfaatkan Limbah Botol Bekas, Pemuda Asal Mojokerto Buat Gapura Merah Putih

Gapura merah putih buatan Niki Mas Aden di RT 3 RW 1 Desa Sambiroto, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto.

Mojokerto (beritajatim.com) – Menyambut peringatan Hari Ulang Tahun ke-77 Republik Indonesia (HUT RI)  sudah mulai terasa sejak awal bulan Agustus. Seperti yang dilakukan pemuda 27 tahun asal Mojokerto ini, dalam mengisi kemerdekaan dengan cara memanfaatkan barang bekas.

Dengan modal botol bekas air mineral yang ditemukan berserakan di jalanan dan kantor, ide membuat gapura merah putih kembali muncul. Iya sejak beberapa tahun lalu, Pegawai Harian Lepas (PHL) Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Mojokerto ini rutin membuat gapura dari barang bekas.

Mulai dari botol bekas air mineral, banner, batok kelapa, spon hingga plastik. Tahun 2022 ini, dalam peringatan HUT ke-77 RI , Niki Mas Aden kembali berkreasi menggunakan botol bekas air mineral. Hasilnya ia jadikan gapura sebagai penanda masuk gang rumahnya.

Warga RT 3 RW 1 Desa Sambiroto, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto ini mengaku sejak awal bulan July 2022 sudah mulai mengumpulkan botol bekas air mineral. Ratusan botol bekas air mineral tersebut sebelumnya ia kumpulkan satu per satu. Botol bekas air mineral tersebut ia cat warna merah dan putih.

Dengan mengambil tema G20 yakni forum kerja sama multilateral yang terdiri dari 19 negara utama dan Uni Eropa (EU). Seperti diketahui, Indonesia akan menjadi tuan rumah Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Pulai Dewata Bali pada bulan November 2022 mendatang.

Kemudian botol-botol tersebut ia susun berwana merah-putih. Untuk menambah kesan menarik, ia menambah gambar dan tulisan G20 pada kedua sisi gapura dan di bagian atas gapura bertulisan tulisan Dirgahayu Republik Indonesia ke 77 lengkap dengan temanya. Yakni Pulih Lebih Cepat, Bangkit Lebih Kuat.

“Awalnya liat barang bekas berserakan di tempat kerja, di jalan ya saya ambil dan saya bawa pulang. Saya kumpulkan kok banyak, akhirnya saya buat gapura ini. Sekitar dua mingguan pembuatannya, saya kerjakan setelah pulang kerja dan waktu longgar,” ungkapnya, Jumat (5/8/2023).

Untuk membuat gapura merah putih tersebut, ia membutuhkan 300 botol bekas air mineral dan dikerjakan selama dua minggu. Botol bekas air mineral tersebut ia rangkai, baru diberi cat dan dibutuhkan empat orang untuk mengangkat dan memasang di depan gang sebagai gapura.

“Pertama saya pilah botol, kemudian saya rangkai menggunakan benang wol dan di tata baru di cat. Sekitar 300 botol, jenisnya beda-beda. Memanfaatkan barang yang ada, tahun ini saya ambil tema G20 karena bulan November ada acara KTT di Bali dan masyarakat biar tahu juga,” katanya.

Aden (sapaan akrab, red), gapura yang ia buat tersebut lebih kecil dibanding yang ia buat tahun-tahun sebelumnya. Ini lantaran, ia harus mengeser tempat ia akan meletakan gapura merah putih buatannya tersebut karena adanya wacana Jalan Raya Sambiroto akan diperlebar.

“Iya biasanya agak maju jadi besar, ini saya mundurkan karena katanya jalan akan diperlebar jadi kalau buat besar dan tinggi agak susah. Biar semakin semarak, saya tambah bendera merah putih dari plastik untuk dipasang di gang masuk. Saya habis 12 bungkus, satu bungkus isi 100 biji,” jelasnya.

Ia berharap gapura merah putih tersebut bisa menginspirasi masyarakat lainnya untuk membuat gapura merah putih di lingkungannya masing-masing. Karena kebetulan Jalan Raya Sambiroto merupakan jalan penghubung Kabupaten Mojokerto dan Kota Mojokerto serta yang akan ke Jombang.

“Sehingga banyak masyarakat lewat sini dan bisa melihat sehingga bisa mencontoh. Sehingga peringatan HUT ke 77 RI tahun ini, semakin semarak. Ini kali kedua saya bikin gapura dari botol. Saya mulai tahun 2017 pakai spon, 2018 botol, tahun 2019 batok, tahun 2020 banner, tahun 2021 plastik,” pungkasnya. [tin/kun]


Apa Reaksi Anda?

Komentar