Peristiwa

Mancing, Nelayan Sumenep Hilang Digulung Ombak

Sumenep (beritajatim.com) – Matlawi (50), warga Desa Sokaramme Paseser, Kecamatan Nongggunong, Pulau Sepudi, Kabupaten Sumenep, dilaporkan hilang setelah pamit memancing.

Korban pamit memancing di perairan antara Nonggunong dan Giliyang. Korban berangkat menggunakan perahu mesin khusus mancing. Di bagian belakang perahunya terdapat tulisan ‘Tuyul laut’.

“Korban berangkat kemarin jam 16 WIB. Sekitar jam 24.00 WIB, korban masih sempat kontak melalui HP kepada teman pemancing lainnya yang bernama Andree. Korban menjelaskan posisi terakhirnya ada di sebelah timur Pulau Giliyang,” kata Kasubag Humas Polres Sumenep, AKP Widiarti, Kamis (27/05/2021).

Sesuai kebiasaan, korban seharusnya sudah datang dari memancing selambat – lambatnya keesokan harinya jam 09.00 WIB. Namun ditunggu-tunggu korban tidak datang. Karena itu, pihak keluarga melakukan pencarian menggunakan 4 perahu. Namun korban belum juga ditemukan.

Sampai kemudian terdengar kabar penemuan perahu di Perairan Desa Kombang, Kecamatan Talango. Perahu itu diduga milik nelayan (pemancing) yang hilang. Perahu itu ditemukan oleh Wandi, warga setempat, ketika sedang mengontrol perahunya di pinggir pantai.

Saat mengontrol perahunya itu, Wandi menemukan perahu dengan nama ‘Tuyul Laut’ yang diduga milik nelayan yang hilang akibat digulung ombak. Kemudian Wandi bersama tiga temannya, yakni Surahbi, H. Zehni, dan H. Hamdini, menarik perahu ke pinggir pantai.

Setelah itu, Satpolairudres Sumenep, Basarnas unit Sumenep, Ditpolairud Polda Jatim Bko Perairan Sumenep, BPBD, KSOP Kalianget, dan Posramil Talango melaksanakan SAR menindaklanjuti informasi penemuan perahu nelayan tersebut. “Setelah dilakukan pengecekan, ternyata benar, perahu yang ditemukan itu milik nelayan yang hilang saat memancing,” terang Widiarti.

Di dalam perahu itu, ditemukan barang-barang berupa 1 jeriken isi solar 2 liter, 2 jeriken kecil dalam keadaan kosong, 1 accu merk Astra, 1 set peralatan mekanik mesin, 5 gulung alat pancing ikan, 1 buah kapak, 5 besi pemberat pancing, 1 lampu penanda kapal, dan 1 pelampung besar. “Jadi di perahu itu isinya cuma barang-barang. Orangnya tidak ada. Diduga kuat itu memang perahu milik Pak Matlawi, nelayan yang sampai saat ini belum ditemukan,” ungkap Widiarti. (tem/kun)



Apa Reaksi Anda?

Komentar