Iklan Banner Sukun
Peristiwa

Manasik Haji Dipersingkat, Materi untuk CJH Asal Kabupaten Mojokerto Dipadatkan

Kepala Kemenag Kabupaten Mojokerto, Barozi.

Mojokerto (beritajatim.com) – Pelaksanaan manasik haji tahun 2022 ini sedikit perbedaan dengan sebelumnya, yakni pada kuantitas pertemuan. Manasik haji tahun 2022 ini akan dipersingkat menjadi enam kali dengan rincian empat kali di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan dan dua kali di Kantor Kemenag Kabupaten/Kota.

Kepala Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Mojokerto, Barozi mengatakan, pelaksanaan manasik haji tahun 2019 dulu, manasik kabupaten dua kali pertemuan dan manasik kecamatan enam kali pertemuan. “Tahun 2022 ini, manasik kabupaten dua kali, manasik kecamatan empat kali saja,” ungkapnya, Kamis (26/5/2022).

Meskipun ada pengurangan jumlah pertemuan dalam manasik kecamatan, Barozi menegaskan, tidak ada materi manasik haji yang berkurang. Calon Jemaah Haji (CJH) asal Kabupaten Mojokerto juga akan mendapatkan materi lebih padat karena ada perubahan teknis terkait penyampaian materi praktik haji.

“Tidak ada pengurangan materi. Cuma, tahun ini, praktik haji kami jadwalkan masuk pada pertemuan manasik kecamatan. Pelaksanaan manasik haji tingkat kabupaten, dijadwalkan berlangsung mulai 29 hingga 30 Mei 2022. Sementara manasik tingkat kecamatan dijadwalkan pada 31 Mei hingga 3 Juni mendatang,” katanya.

Barozi menambahkan, pada saat pelaksanaan manasik tingkat kecamatan, untuk kecamatan yang jumlah jemaahnya sedikit akan digabung dengan kecamatan terdekat. Manasik tingkat kecamatan di Kabupaten Mojokerto akan berlangsung di 11 titik.

Kabupaten Mojokerto sendiri mendapatkan kuota sebanyak 710 jemaah dengan jumlah cadangan sebanyak 105 jamaah. Ini setelah pemerintah Indonesia memberlakukan aturan terbaru pelaksanaan ibadah haji tahun 2022 tentang batasan usia calon jemaah.

Pemerintah memutuskan hanya akan memberangkatkan calon jemaah haji ke Tanah Suci Mekah pada tahun 2022 dengan batas usia di bawah 65 tahun. Pemerintah Indonesia terpaksa tidak bisa memberangkatkan ke Tanah Suci calon jemaah haji yang sudah berusia di atas 65 tahun meskipun sudah mendapat nomor antrean haji. [tin/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar