Peristiwa

Manajemen PT Enero Serahkan Penyelidikan ke Polisi

Mojokerto (beritajatim.com) – Lima orang karyawan PT Energi Agro Nusantara (Enero) Mojokerto, menjadi korban kecelakaan kerja pada saat melakukan pekerjaan rutin yaitu pembersihan slurry campuran spentwash dan yeast yang ada di kolam presettling.

Saat kejadian, pihak manajemen PT Enero langsung membawa seluruh korban menuju rumah sakit RSUD RA Basuni Mojokerto.

“Ada 5 orang yang menjadi korban pada kecelakaan kerja, 3 orang meninggal dunia dan 2 orang masih menjalani perawatan di RS RA Basuni. Namun, dipastikan seluruh korban memakai Alat Perlindungan Diri (APD) lengkap saat bekerja, mulai dari safety helmet, safety boot, hingga masker gas,” ujar Izmirta Rachman, Direktur Utama PT Enero.

PT Enero juga telah berkoordinasi dengan pihak Polres Kota Mojokerto untuk penyelidikan lebih lanjut. Jajaran Manajemen PT Enero akan terus berkoordinasi guna penanganan lebih lanjut. PT Enero senantiasa mengedepankan keselamatan dan kesehatan kerja dengan mewajibkan setiap karyawan untuk memakai alat pelindung diri (APD) sesuai prosedur.

“Koordinasi dengan pihak rumah sakit dan kepolisian akan terus dilakukan. Kami akan bertanggung jawab penuh dan akan menanggung biaya perawatan seluruh korban,” tambahnya.

Ke depannya, pengecekan pabrik akan terus ditingkatkan sebagai bentuk tindakan preventif. Tak hanya itu, penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) juga akan lebih dioptimalkan.

Terpisah Kasat Reskrim Polresta Mojokerto, AKP Sodik Efendy mengatakan, para korban membersihkan kolam sisa etanol berupa lumpur. “Korban turun ke tandon, menghirup bau tidak enak dan tidak kuat. Korban berusaha naik tapi dia terjatuh. Teman yang lain berusaha membantu, ternyata hal sama terjadi (terjatuh, red),” ungkapnya, Sabtu (11/4/2020).

Masih kata Kasat, dari lima korban yang terjatuh di dalam kolam lumpur endapan cairan etanol tersebut, hanya dua korban yang selamat. Para korban tersebut membersihkan tabung, namun pihaknya belum bisa menyimpulkan dugaan kelalaian dalam kasus kecelakaan kerja tersebut.

“Belum bisa dipastikan biar ahlinya yang menyatakan hal itu (keracunan, red). Unsur kelalaian belum dipastikan, masih proses penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut terkait hal ini. Masih olah TKP dan kita pasang police line biar Labfor menentukan terkait hal ini. Hari ini, dokter forensik melakukan otopsi,” jelasnya.

Kasat menambahkan, pihaknya sudah memeriksa beberapa saksi dan juga berencana mendatangkan Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jawa Timur untuk mengecek kandungan kimia di lumpur. Hingga kini, dua korban selamat masih menjalani perawatan di IGD RSUD RA Basoeni Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto. (rea/ted)





Apa Reaksi Anda?

Komentar