Peristiwa

Malam Ini, 923 Pengungsi Banjir Jombang Tidur di Tanggul Sungai Brantas

Deretan tenda darurat di sepanjang tanggul Sungai Brantas yang digunakan tidur pengungsi, Minggu (7/2/2021). [Foto/Yusuf Wibisono]

Jombang (beritajatim.com) – Hingga malam ini, Minggu (7/2/2021) ketinggian banjir di Desa/Kecamatan Bandar Kedungmulyo, Jombang antara 70-80 centimeter. Tentu saja, warga Bandar Kedungmulyo harus betah tinggal di pengungsian.

Ada dua lokasi yang digunakan sebagai tempat mengungsi. Pertama di SDN Bandar Kedungmulyo, yang menampung 138 jiwa. Sedangkan kedua di sepanjang tanggul Sungai Brantas desa setempat. Di lokasi ini terdapat 923 jiwa. Mereka berasal dari tiga dusun, masing-masing Dusun Kedunggabus sebanyak 460 orang, Kedungasem 325 jiwa, dan Dusun Bandar Kedungmulyo 138 orang.

“Sehingga jumlah total pengungsi di Desa/Kecamatan Bandar Kedungmulyo sebanyak 1.351 orang. Tren banjirnya masih stabil, ketinggian air antara 70 hingga 80 centimeter. Hanya di Dusun Kadungasem yang surut. Bahkan tida ada genangan,” kata Supervisor Pusdalops BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Kabupaten Jombang Stevie Maria.

Memang, sejak Sabtu (6/2/2021), warga mendirikan tenda darurat berbahan terpal dan bekas baliho di sepanjang tanggul sungai. Jika dilihat dari kejauhan mirip rombongan pramuka yang sedang berkemah. Di sekitar tenda itulah mereka memasak serta melaukan aktifitas dapur lainnya. Ketika malam, mereka juga tidur di tenda tersebut bersama keluarga.

“Saya tidur di dalam. Kalau bapaknya semalam cangkruan di luar, sampai pagi. Bagi kami yang miskin ini, tidur di rumah, tidur di tanggul tidak ada bedanya. Sudah terbiasa,” ujar Sri (46), sembari mencuci teko bekas kopi di sebelah tenda.

Warga Bandar Kedungmulyo mendirikan tenda terpal di atas tanggul untuk mengungsi, Sabtu (6/2/2021)

Menurutnya, warga nekat membangun tenda darurat karena lokasi pengungsian (SDN Bandar Kedungmulyo) jaraknya terlalu jauh, yani sekitar 3 kilometer. Karena mereka juga harus menjaga ternak seperti kambing dan sapi. Oleh sebab itu, di sepanjang tanggul dan pinggir jalan, sapi milik pengungsi juga berjajar.

Camat Bandar Kedungmulyo Mahmudi membenarkan adanya pengungsi yang tidur di tenda sepanjang tanggul Sungai Brantas. Sebenarnya, kata Mahmudi, pihaknya sudah mengajak warga untuk mengungsi di SDN Bandar Kedungmulyo. Namun permintaan tersebut bertepuk sebelah tangan.

“Soal fasilitas, tetap kita perhatikan. Tidak berbeda dengan pengungsi yang ada di gedung SD (sekolah dasar). Tadi Pak Kades sudah kami perintahkan untuk mendata warganya yang mengungsi di tanggul. Karena mereka juga berhak mendapatkan fasilitas semisal selimut dan terpal,” kata Mahmudi. [suf]


Apa Reaksi Anda?

Komentar