Peristiwa

Makam Sunan Ampel Dikunjungi Peziarah, Babinsa Ingatkan Protokol Kesehatan

Petugas Babinsa saat memberikan imbauan kepada peziarah makam Sunan Ampel agar mematuhi protokol kesehatan

Surabaya (beritajatim.com) – Para peziarah yang mengunjungi makam Sunan Ampel Surabaya diminta mematuhi protokol kesehatan (prokes). Mulai mencuci tangan menggunakan sabun, menggunakan masker, hingga menjaga jarak guna menghindari kerumunan.

Oleh karena itu, Babinsa (Bintara Pembina Desa) Semampir Surabaya bersama instansi terkaitĀ  gencar melakukan razia protokol kesehatan di lokasi tersebut, Senin (31/5/2021). Pemantauan terhadap peziarah terus dilakukan. Imbauan juga disampaikan kepada para peziarah.

“Razia prokes ini kita lakukan di lokasi ziarah Makam Sunan Ampel, karena banyaknya pengunjung yang mendatangi wisata religi ini. Kami juga melibatkan unsur tiga pilar (TNI-Polri-Pemerintah). Kalau ada yang lalai atau tidak mematuhi protokol kesehatan, kita ingatkan,” ujar Babinsa yang ada di lokasi, Serka Hamdani, Selasa (1/6/2021).

Hamdani mengatakan, upaya yang dilakukan tersebut guna memutus rantai penyebaran Covid-19. Karena kerumunan peziarah berpotensi menajadi area penularan virus asal Wuhan China tersebut. Babinsa Semampir ini megungkapkan bahwa sanksi tegas diberikan bagi pelanggar yang kedapatan tak memakai masker.

“Namun demikian, selama berlangsungnya razia protokol kesehatan, kami tidak menemukan peziarah yang melanggar protokol kesehatan. Semuanya pakai masker. Sejauh ini, semuanya tertib prokes,” beber Hamdani.

Petugas Babinsa memberikan masker kepada peziarah makam Sunan Ampel

Di lokasi makam Sunan Ampel, lanjut Hamdani, pihaknya membagikan masker kepada pengunjung. Hal itu terutama bagi pengunjung yang menggunakan masker tidak layak pakai. “Untuk yang menggunakan masker tidak layak pakai, kita ganti yang baru,” jelasnya.

Hamdani juga mengimbau agar penerapan protokol kesehatan tidak kendor. Pasalnya, hingga saat ini Pandemi Covi-19 belum usai. “Gerakan itu mencakup 5 M, yakni memakai masker, mencuci tangan pakai sabun, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, serta membatasi mobilisasi dan interaksi,” katanya berpesan. [suf]



Apa Reaksi Anda?

Komentar