Peristiwa

Makam Misterius di Mojokerto Seret 5 Orang Tersangka

Kasi Intel Kejari Kabupaten Mojokerto, Indra Subrata.

Mojokerto (beritajatim.com) – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Mojokerto menerima Surat Perintah Dimulainya Penyidikan (SPDP) terkait kasus aborsi di Desa Sampangagung, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto. Ada lima orang yang ditetapkan sebagai tersangka oleh Penyidik Satreskrim Polres Mojokerto.

Kasus aborsi ini diketahui dari ditemukannya makam misterius di pemakaman Islam Dusun Sugihwaras, Desa Sampangagung, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto oleh warga pada, Kamis (14/1/2020). Pihak kepolisian membongkar makam bayi pada, Minggu (17/1/2021) dini hari.

Tim forensik Rumah Sakit Bhayangkara Pusdik Sabhara, Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo membongkar karena warga tidak mengetahui makam itu milik siapa dan siapa yang melakukan pemakaman. Makam bayi tersebut berada sekitar 3 meter di sisi selatan pintu masuk pemakaman Islam Dusun Sugihwaras.

Terdapat dua batu nisan sebagai penanda nama, makam dengan panjang sekitar 30 cm itu nampak masih baru. Batu nisan dengan tulisan nama Fulan yang diduga merupakan nama pemilik makam serta tanggal 10-01-2021 yang menjadi tanggal kematian dipasang di sebelah selatan.

Kepala Seksi Intelejen (Kasi Intel) Kejari Kabupaten Mojokerto, Indra Subrata mengatakan, pihaknya baru menerima SPDP kasus aborsi dari Penyidik Satreskrim Polres Mojokerto pada, Senin (1/3/2021) kemarin. “Perkara aborsi, Kejaksaan Negeri Kabupaten Mojokerto sudah menerima SPDP berjumlah 5 orang,” ungkapnya, Selasa (2/3/2021).

Sebanyak lima orang yang ditetapkan tersangka oleh Penyidik Satreskrim Polres Mojokerto tersebut yakni perempuan yang hamil, N, S (laki-laki), RA (laki-laki), MAR (laki-laki) dan ZA (laki-laki). Kasus aborsi dengan lima orang tersangka tersebut, lanjut Kasi Intel, bukan perkara anak sehingga diterapkan Undang-undang Perlindungan Anak.

“Kami tidak akan menyebutkan siapa saja tersangka dan apa peran masing-masing karena ini masih rana penyidikan, namun tidak menutup kemungkinan ada tersangka baru lagi. Aborsi merupakan mengugurkan janin yang ada di dalam kandungan. Orang yang sudah dinyatakan hamil saat dilakukan pembunuhan terhadap janin tersebut berapapun usia kandungan itu sudah termasuk aborsi,” katanya.

Tersangka dijerat Pasal 77A ayat (1) Jo Pasal 45A UU RI Nomor 35 Tahun 2014 Subs Pasal 194 Jo Pasal 75 UU RI Nomor 36 Tahun 2009 Subs Pasal 56 KUHP dengan ancaman 10 tahun penjara. Informasi Beritajatim.com menyebutkan, pembongkaran makam misterius tersebut kembali dilakukan pada, Senin (1/3/2021) tadi malam. [tin/kun]



Apa Reaksi Anda?

Komentar