Peristiwa

Main Korek Api dan Lilin, Balita di Gresik Tewas Terbakar

Gresik (beritajatim.com) – Nasib tragis dialami oleh balita Anugrah Wahyudi Prasetyo (4) putra dari pasangan Zainuddin Fanani (39) dan Lilis (41) warga Perum Banjarsari Permai Blok I/10 Kecamatan Manyar, Gresik.

Yudi nama panggilan balita itu tewas terbakar sekujur tubuhnya setelah bermain korek dan lilin diatas loteng rumah tetangganya yang bernama Wiwik. Tepatnya, di Perum Banjarsari Permai Blok H- 32.

Diduga balita tersebut terbakar setelah api yang dikorek ke lilin jatuh dicairan tiner cat lalu terjadilah kebakaran, dan menyambar tubuh balita tersebut hingga tewas.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kejadian yang menewaskan balita Anugrah Wahyudi Prasetyo berawal saat balita tersebut bermain dengan dua rekannya di loteng atas rumah tetangganya. Sambil bermain, tiba-tiba mengambil korek api, dan lilin.

Tanpa berpikir panjang, balita itu menyalakan korek api yang hendak disulut ke lilin. Namun, sebelum disulut. Korek api yang menyala itu, jatuh ke tiner cat yang didekatnya ada kuas dan kardus. Selanjutnya, muncul percikan api yang langsung membesar dan, bersamaan dengan itu menyambar tubuh Anugrah Wahyu Prasetyo.

Sewaktu api membakar tubuh balita itu, belum ada yang menolong termasuk dua rekannya yang masih kecil. Mengetahui ada asap diatas loteng. Pemilik rumah yakni Wiwik langsung bergegas meminta tolong warga.

Wiwik berteriak meminta tolong, selanjutnya ibu korban Lilis beserta warga setempat berusaha memadamkam api. Namun, naas setelah api berhasil dipadamkan korban Anugrah Wahyu Prasetyo sudah dalam kondisi tidak bernyawa.

Kapolsek Manyar AKP Ady Nugroho membenarkan ada balita yang meninggal terbakar akibat bermain korek api lalu terkena tumpahan tiner cat.

“Kami sudah melakukan olah TKP serta menginterogasi sejumlah saksi-saksi termasuk orang tua korban serta pemilik rumah,” ujarnya, Rabu (21/08/2019).

Lebih lanjut Ady mengatakan, selain melakukan olah TKP pihaknya juga mengamankan sejumlah barang bukti. Diantaranya, satu buah korek api, lilin bekas terbakar, serta kaleng tempat tiner cat.

“Barang bukti sudah kami amankan untuk kepentingan penyelidikan. Sementara jenazah korban sudah dikirim ke RSUD Ibnu Sina,” imbuhnya.

Terkait dengan kejadian itu, ibu korban Lilis hanya bisa menyesali. Sebab, buah hatinya yang selama ini disayang pergi selama-lamanya.

“Maaf mas istri saya masih shok berat mengingat kejadiannya sangat tragis,” pungkas Zainuddin Fanani berkaca-kaca. [dny/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar