Peristiwa

Mahasiswa Unej Demo Paparkan 4 Problem Kampus

Jember (beritajatim.com) – Kurang lebih 25 orang mahasiswa melakukan aksi unjuk rasa berupa mimbar bebas, di Double Way Universitas Jember, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Jumat (17/1/2020).

Para mahasiswa bergiliran berorasi di depan plakat nama Universitas Jember. Sejumlah poster dipajang bertuliskan antara lain: moderasi solusi radikalisme; tolak radikalisme; kampus darurat lingkungan; dan bebaskan Unej dari radikalisme agama. Zulfikar Prawiranegara mengatakan, ini aksi refleksi kepemimpinan jelang pemilihan rektor Unej. “Kami berharap didengar,” katanya.

Dalam pernyataan resminya, mahasiswa menyebut ada empat problem. Pertama, masalah radikalisme agama. “Unej masih menyisakan persoalan intoleransi,” kata salah satu mahasiswa dalam orasinya.

Dalam pandangan mahasiswa, Unej sebagai lembaga pendidikan seharusnya membangun karakter bangsa berdasarkan nilai Pancasila, moderasi, keberagaman, dan persatuan.

Kedua, menurut Wisnu Willian, salah satu mahasiswa mengatakan, Unej belum ramah gender. “Masih ada bahasa-bahasa yang belum ramah gender dalam civitas akademika. Pemangku kebijakan harus bisa mengeluarkan regulasi terkait itu. Regulasi terkait pencegahan dan penindakan. Di ranah pencegahan harus ada kurikulum yang mengakomodasi gender equality,” kata Zulkifli.

Ketiga, masalah kesehatan dan lingkungan. Merebaknya penyakit hepatitis A di kalangan mahasiswa menunjukkan adanya persoalan serius. “Kami mengharapkan adanya pengelolaan limbah yang terintegrasi dan modern di setiap kawasan kampus,” kata Azhar Adabi, mahasiswa lainnya.

Keempat, masalah keamanan kampus. Mahasiswa menuntut peningkatan infrastruktur dan aparatur di lingkungan Unej. Pasalnya selama ini ada laporan mengenai tindak kriminal dan pelecehan seksual di sekitar kampus pada malam hari. (wir/kun)





Apa Reaksi Anda?

Komentar