Peristiwa

Mahasiswa Tolak Bertemu Anggota DPRD Kota Malang

Perwakilan mahasiswa bertemu Kapolres Malang Kota AKBP Donny Alexander.

Malang(beritajatim.com) – Ribuan mahasiswa yang menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung DPRD Kota Malang menolak bertemu dengan perwakilan anggota DPRD, Senin, (23/9/2019). Mereka hanya ingin menggelar aksi demonstrasi saja.

Kapolres Malang Kota AKBP Donny Alexander mengatakan dirinya sempat menawarkan opsi mempertemukan perwakilan mahasiswa dengan perwakilan anggota DPRD Kota Malang. Namun, mahasiswa menolak ditemui oleh anggota DPRD.

“Sebenarnya kami sudah koordinasi dengan anggota DPRD untuk bertemu, mereka sepakat menemuhi demonstran. Tapi demonstran hanya ingin melakukan orasi, tanpa bertemu anggota DPRD,” ujar Donny.

Setelah tawaran pertemuan ditolak, Donny pun memberi jaminan demonstrasi mahasiswa bakal mendapat keamanan dari polisi. Polisi lebih mengedepankan upaya persuasif ketimbang represif untuk mengamankan demo mahasiswa.

“Kami tidak menghalangi masa berdemo. Kami memberikan pelayanan keamanan jumlah personel yang kami siagakan 350 dari polisi dan 100 dari TNI total 450,” kata Donny.

Aksi demonstrasi mahasiswa bertepatan dengan pelantikan 45 anggota DPRD Kota Malang. Polisi pun menjamin aksi unjuk rasa dan pelantikan legislator mendapat perhatian keamanan dari polisi. Bahkan polisi menyiagakan dua water canon dan satu unit K-9.

“Dua kendaraan water canon serta satu unit tim K-9. Ini adalah standart operasional dalam mengamankan aksi demonstrasi. Kegiatan pelantikan tetap berjalan, semua kegiatan demonstrasi dan pelantikan semua kita tetap amanakan,” tandasnya. (Luc/ted)





Apa Reaksi Anda?

Komentar