Peristiwa

Mahasiswa Salat Duhur Berjamaah di Pelataran Gedung DPRD Jember

Jember (beritajatim.com) – Puluhan mahasiswa melakukan salat duhur berjamaah di pelataran gedung DPRD Jember, Jawa Timur, Selasa (1/10/2019). Mereka melakukan aksi kembali menyuarakan tujuh tuntutan.

Mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Jember ini mendesak agar kriminalisasi dan represi terhadap gerakan mahasiswa dan pelajar dihentikan. Mereka juga menolak Rancangan Undang-Undang Pertanahan.

“Kami mendesak pemerintah pusat agar segera menanggulangi bencana dan menyelamatkan korban, tangkap dan adili pengusaha dan korporasi pembakaran hutan, serta cabut dan hentikan HGU dan hentikan pemberian izin baru bagi perusahaan besar perkebunan,” kata mahasiswa dalam pernyataan aksinya.

Mahasiswa juga mendesak pemerintah agar menerbitkan peraturan pengganti undang-undang tentang Komisi Pemberantasan Korupsi. “Tarik seluruh komponen militer, usut tuntas pelanggaran HAM, buka ruang demokrasi seluas-luasnya di Papua.”

Mahasiswa menuntut penuntasan pelanggaran HAM dan pengadilan terhadap penjahat HAM. Terakhir, mahasiswa mendesak presiden untuk menerbitkan Perppu terkait undang-undang sistem budidaya pertanian berkelanjutan.

Aksi mahasiswa ini dikawal langsung oleh Kepala Polres Jember Ajun Komisaris Besar Alfian Nurrizal. “Kami berikam pelayanan pengamanan. Mereka boleh di halaman DPRD Jember. Tapi mohon maaf tidak boleh masuk ke gedung kecuali perwakilan untuk berdialog,” katanya. (wir/kun)





Apa Reaksi Anda?

Komentar