Peristiwa

Tolak Undang-Undang Omnibus Law

Mahasiswa Kepung Gedung DPRD Pamekasan

Pamekasan (beritajatim.com) – Ratusan mahasiswa dari berbagai kampus yang tergabung dalam berbagai organisasi ektra kampus, berunjukrasa ke Gedung DPRD Pamekasan, Jl Kabupaten 107, dalam rangka menolak Undang-Undang Cipta Karya atau Omnibus Law, Kamis (8/10/2020).

Mahasiswa gabungan lintas organ ekstra tersebut, terdiri dari Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) dan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII). Mereka menilai keberadaan regulasi tersebut sangat meresahkan dan menyengsarakan rakyat.

Bahkan regulasi Omnibus Law juga dinilai dapat melahirkan pola dan mode kekuasaan baru yang menguntungkan pihak tertentu. “Kami memiliki kesimpulan bahwa undang-undang Omnibus Law ini nantinya akan melahirkan kaum oligarki baru di Indonesia,” kata salah satu orator aksi, Moh Lutfi.

“Dari itu kami meminta agar 45 orang anggota dewan yang berkantor di Gedung DPRD Pamekasan, agar ikut serta bersuara dan menolak regulasi ini. Bagaimanapun, anggota DPR harus mendukung rakyat, bukan justru ngibulin rakyat,” tegas pemuda yang tercatat sebagai Ketua Umum PC PMII Pamekasan.

Aksi serentak tersebut dilakukan mahasiswa dengan cara jalan kaki dari area Monumen Arek Lancar menuju Gedung Wakil Rakyat. Tujuannya untuk mengajak mereka sama-sama bersuara untuk menolak Undang-Undang Omnibus Law yang sangat tidak berpihak pada rakyat.

Hingga berita ini ditulis, demonstarasi masih berlangsung. Di mana perwakilan organisasi bergantian menyampaikan aspirasi mereka menolak keberadaan undang-undang omnibus law, serta mengajak para wakil rakyat untuk bersama melakukan penolakan. [pin/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar