Peristiwa

Mahasiswa Jember Kembali Berunjuk Rasa

Jember (beritajatim.com) – Aliansi Jember Menggugat yang terdiri atas 25 organisasi mahasiswa kembali turun ke jalan, di depan gedung DPRD Jember, Jawa Timur, Kamis (22/10/2020) sore.

Mereka kembali menyuarakan penolakan terhadap Undang-Undang Cipta Kerja Omnibus Law. Dalam orasinya, mereka meneriakkan yel-yel “revolusi” berkali-kali.

“UU Cipta Kerja berlawanan dengan konstitusi, melanggengkan kerusakan lingkungan, melanggengkan perbudakan buruh. Negara telah berpihak kepada kepentingan oligarki,” teriak salah satu orator.

Dalam pernyataan resminya, Aliansi Jember Menggugat menyatakan:

1. Menolak dan Mengecam keputusan Pemerintah dan DPR RI dalam mengesahkan Undang – Undang Cipta Kerja karena dinilai jauh dari nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945.

2. Mosi tidak percaya kepada Pemerintah dan DPR RI karena kebijakan yang dibuat telah mengkhianati amanat konstitusi dengan hanya mengakomodir kepentingan kaum pemodal dan meniadakan kepentingan rakyat.

3. Mengecam keras tindakan represif aparat dalam mengamankan aksi unjuk rasa karena menyampaikan aspirasi merupakan hak setiap warga negara yang dijamin konstitusi. [wir/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar