Peristiwa

Mahasiswa IAIN Ponorogo Demo, Ini Tiga Tuntutan yang Disuarakan

Ratusan mahasiswa melakukan unjuk rasa di depan kantor rektorat IAIN Ponorogo. (Foto/Endra Dwiono)

Ponorogo (beritajatim.com) – Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam aliansi mahasiswa IAIN Ponorogo aksi unjuk rasa di kampus mereka. Menurut pantauan beritajatim.com di lapangan, aksi diawali berkumpul di depan kantor BEM IAIN Ponorogo, massa lalu bergerak menuju depan gedung rektorat. Tidak lupa membawa banner-banner yang menuntut kebijakan kampus dalam menyikapi perkuliahan di masa pandemi Covid-19 ini.

“Ada tiga tuntutan yang kami suarakan dalam unjuk rasa kali ini,” kata koordinator lapanagan Aji Binawan Putra, Selasa (16/6/2020).

Tuntutan massa aksi, kata Aji mereka menuntut pemotongan uang kuliah tunggal (UKT) sebesar 50 persen untuk semester gasal 2020/2021. Kemudian menuntut untuk diterbitkannya skema pembelajaran yang efektif dan efisien dalam masa pandemi Covid-19. Yakni dengan mempertimbangkan kondisi mahasiswa.
Dan yang ketiga meminta rektor IAIN Ponorogo untuk berada dalam barisan mahasiswa dalam mengawal dan menuntut Kemenag untuk segera mengeluarkan keputusan menteri agama (KMA) mengenai pemotongan UKT sebesar 50 persen. “Kami meminta bu rektor juga bersama kami untuk memperjuangkan pemotongan UKT ini,” katanya.

Pihak rektorat akhirnya menerima 8 perwakilan mahasiswa untuk berunding dengan bu rektor Siti Maryam Yusuf. Sembari menunggu perwakilan mahasiswa sedang berunding, massa lainnya kembali berorasi di depan pintu rektorat. Massa pun sempat merangsek masuk ke kantor rektorat, mereka menganggap perundingannya terlalu lama. “Kami tunggu gimana hasil perundingan perwakilan mahasiswa dengan bu rektor,” pungkasnya. (end/kun)

Apa Reaksi Anda?

Komentar