Iklan Banner Sukun
Peristiwa

Mahasiswa Hilang di Bukit Krapyak Mojokerto Ditemukan Meninggal Dunia

Petugas Tim SAR Gabungan pencarian mahasiwa yang hilang Raffi Dimas Baddar (20) di Bukit Krapyak, Desa Padusan, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto.

Mojokerto (beritajatim.com) – Hari ketiga Operasi SAR Krapyak 2 membuahkan hasil. Mahasiswa yang hilang di Bukit Krapyak, Desa Padusan, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, Raffi Dimas Baddar (20) akhirnya ditemukan.

Humas Operasi SAR Krapyak 2, Saiful Hasan mengungkapkan mahasiswa semester 3 Fakultas Teknik Universitas Wijaya Putra Surabaya ditemukan di dasar air terjun kering di Sungai Kretek dalam kondisi meninggal dunia. Survivor ditemukan di dasar air terjun kering di Sungai Kretek pada koordinat S7°42’27″E122°33’05”.

“Kemarin, SRU (Search and Rescue Unit) 1 menemukan sandal selop warna hitam,” ungkapnya, Selasa (27/9/2022).


Sandal tersebut, lanjut Bagonk, sapaan akrab Saiful, identik dengan barang yang dibawa survivor ketika dilaporkan lost contact. Lokasi penemuan berjarak 1,96 km dari musholla Makam Krapyak.

“Survivor terlihat terakhir oleh teman campingnya di musholla Makam Krapyak. Kita mendapatkan info baru yang ternyata menjadi petunjuk, itu di operasi hari terakhir sehingga inisiatif relawan melanjutkan operasi kedua,” katanya.

Sungai Kretek menjadi fokus lokasi pencarian Operasi SAR Krapyak 2. Rencana tersebut dilakukan karena, lanjut Bagonk, jika survivor masuk ke cerukan atau lembah maka tidak ada pilihan kecuali turun.

Sebelumnya, setelah sempat dihentikan, Tim SAR Gabungan kembali membuka operasi pencarian terhadap mahasiswa yang hilang di Bukit Krapyak, Desa Padusan, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, Raffi Dimas Baddar (20).

Operasi pencarian terhadap mahasiswa semester 3 Fakultas Teknik Universitas Wijaya Putra Surabaya ini, kembali dibuka mulai, Minggu (25/9/2022). Pencarian akan dilakukan selama tujuh hari kedepan atau hingga Minggu (2/10/2022). [tin/beq]


Apa Reaksi Anda?

Komentar