Iklan Banner Sukun
Peristiwa

Mahasiswa Hilang di Bukit Krapyak Mojokerto Berhasil Dievakuasi

Mojokerto (beritajatim.com) – Jenazah mahasiswa yang hilang di Bukit Krapyak, Desa Padusan, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, Raffi Dimas Baddar (20) berhasil dievakuasi. Jenazah korban berhasil dievakuasi dari dasar air terjun kering di Sungai Kretek.

Jenazah mahasiswa semester 3 Fakultas Teknik Universitas Wijaya Putra Surabaya ini dibawa ke RSUD Prof Dr Soekandar Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto. Dengan ditemukan survivor tersebut, Operasi SAR Krapyak 2 dinyatakan ditutup.

“Jadi korbannya ternyata di tengah-tengah air terjun, 100 meter ada. Yang dari bawah naik sampai ke tengah baru menemukan, kemudian kami di atas turun ke bawah untuk mengevakuasi dibawa ke atas,” ungkap On Screen Commander SAR Surabaya, Yohny Kurnianto.

Tim menggunakan tali untuk mengangkat jenazah mahasiswa asal Desa Pekoren, Kecamatan Rembang, Kabupaten Pasuruan ini. Evaluasi dari air terjun diakuinya cukup memakan waktu lama, sekitar pukul 16.00 WIB baru selesai evakuasi dari air terjun.

“Setelah itu naik punggungan, itu juga terjal baru ke jalur pendakian. Sepertinya, dia dari atas turun ke bawah. Ada dataran sedikit, dia berdiri di situ. Kemudian dia melemparkan sandal yang warna hitam kemarin ditemukan tim,” katanya.

Sandal tersebut yang menjadi petunjuk untuk tim menyisir ke bagian atas. Jenazah survivor ditemukan kurang lebih 50 meter dari posisi sandal yang ditemukan tim pada, Senin (26/9/2022) kemarin.

“Dia mau turun ke bawah tidak bisa jadi berdiri di tengah-tengah. Iya sudah (jenazah korban membusuk). Tulang sudah kelihatan. Meninggalnya kapan? Kita kurang tahu,” jelasnya. [tin/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar