Iklan Banner Sukun
Peristiwa

Mahal, Pemkab Magetan Imbau OPD Kurangi Jajanan Berbahan Tepung Terigu untuk Rapat

Foto oleh Klaus Nielsen dari Pexels

Magetan (beritajatim.com) – Jajanan berbahan dasar tepung terigu sebisa mungkin tidak digunakan dalam acara rapat atau kedinasan di seluruh organisai perangkat daerah di Magetan.

Tingginya harga bahan baku terigu membuat pemkab Magetan memilih untuk mengeluarkan surat edaran pada OPD agar sedapat mungkin menggunakan bahan pangan lokal atau yang berbahan selain tepung terigu.

Surat edaran (SE) bernomor 500/467/403.002/2022 tertanggal 19 Agustus 2022 itu ditujukan kepada kepala OPD, dan camat se-Kabupaten Magetan, kabag di lingkup Sekda dan direktur utama BUMD setempat.

Dituliskan dalam SE bahwa dalam upaya mengurangi dampak krisis komoditas pangan global akibat kenaikan-kenaikan harga pangan yang berasal dari impor utamanya tepung terigu, Kiranya Pemerintah Daerah Kabupaten Magetan perlu memanfaatkan altenatif bahan pangan produksi lokal Kabupaten Magetan.

Harga Tepung Magetan

Kemudian sehubungan dengan hal tersebut dalam pelaksanaan belanja makan dan minum untuk keperluan rapat rapat atau kedinasan lainya pada perangkat daerah/ kecamatan/ bagian lingkup sekertariat daerah dan BUMD yang dipimpin agar sedapat mungkin menggunakan produk bernahan pangan lokal/ non tepung terigu. Surat itu ditandatangani oleh Sekretaris Daerah Magetan Hergunadi.

Kepala Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah Magetan Siti Nurlaila berdalih jika kebijakan tersebut untuk mengelola permintaan tepung terigu yang harganya naik akibat pasokan terganggu akibat perang di Eropa. Upaya menggantikan tepung terigu bisa dengan bahan makanan lokal, seperti tepung beras, jagung, ubi, dan lain lain.

“Semisal untuk hidangan snack bisa diganti dengan pisang, kacang, ubi dan sejenisnya. Banyak sekali bahan selain yang memakai tepung terigu,” katanya, Jumat (26/08/2022).

Dia menyebut jika dalam surat edaran masih memungkinkan jika terpaksa hanya ada snack atau jajanan yang berbahan dasar terigu untuk dijadikan camilan saat rapat. Seperti risol, roti kukus, pie buah yang mayoritas jadi snack saat rapat.

‘’Ini sifatnya mengimbau ya. Bukan melarang. Kalau memang tidak dapat ya tetap bsia dihadirkan. Dan ini hanya khusus untuk lingkungan OPD dan masyarakat bukan untuk masyarakat umum,’’ katanya. (fiq/ted)

Apa Reaksi Anda?

Komentar