Iklan Banner Sukun
Peristiwa

Magetan Timbang Opsi Buka Pasar Hewan Jelang Iduladha

Foto ilustrasi.

Magetan (beritajatim.com) – Roda perekonomian di pasar hewan terpaksa berhenti sejak ditutup 16 Mei 2022 karena kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) di Magetan terus meningkat. Dinas Peternakan dan Perikanan Magetan terpaksa menutup pasar hewan untuk sementara waktu hingga kasus PMK melandai.

Namun, jelang Iduladha 2022, DPRD Magetan menyarankan agar pasar hewan dibuka sementara agar para pedagang sapi bisa tetap melakukan jual beli hewan ternak yang akan dijadikan hewan kurban.

Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Magetan Nur Haryani, menyatakan bahwa pihaknya untuk sementara menutup pasar hewan guna membendung terbaik yang datang ataupun dibawa ke luar Magetan. Namun, pihaknya mengaku jika sudah menyampaikan saran DPRD Magetan ke Bupati agar dipertimbangkan untuk pembukaan sementara pasar hewan jelang Iduladha.


“Kami masih ajukan usulan ini ke pimpinan. Meski ada opsi pasar hewan dibuka dan hanya boleh membawa ternak yang layak kurban, jadi artinya kan hanya ternak yang benar-benar sehat yang boleh dibawa ke pasar hewan. Tapi ini kami masih ajukan dulu,” kata Nur, Kamis (30/6/2022).

Dia tak menampik bahwa biasanya perdagangan hewan ternak pasti ramai terlebih menjelang Hari Raya Iduladha 2022. Penyebaran PMK yang cepat membuat pemkab terpaksa harus menutup lalu lintas ternak.

”Ya,Mbak. Begitu dinyatakan Magetan terdampak PMK, SOP-nya yakni pasar hewan wajib tutup, tata niaga ternak keluar Magetan dilarang. Istilahnya, seperti penanganan Covid. Magetan lockdown sampai dinyatakan tidak ada kasus dan gejala klinis pada ternak positif PMK sudah hilang dan sembuh. Tapi mendekati Idul Adha ini kami coba pikirkan solusi agar pasar hewan bisa dibuka,” katanya. [fiq/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar