Peristiwa

Luncuran Guguran Awan Panas Semeru Capai Jarak 11 Km

Gunung Semeru luncurkan awan panas sejauh 3 ribu meter hingga ke aliran sungai  Besuk Kobokan, Selasa (1/12/2020)

Lumajang (beritajatim.com) – Guguran awan panas lahar vulkanis Gunung Semeru mencapai radius 11 Kilometer. Kejadian ini serupa pada letusan puncak Jawa (sebutan gunung semeru yang tertinggi di Jawa) tahun 1994.

“Luncuran awan panasnya seperti tahun 1994 sejauh 11 kilometer,” kata Ex Officio Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang, Agus Triyono pada wartawan di Pos pantau Gunung Semeru di Gunung Sawur, Desa Sumberwuluh Kecamatan Candipuro, Selasa (1/12/2020).

Awan panas dengan membawa material vulkanis meluncur dan memenuhi Aliran Sungai Lahar Semeru Besuk Kobokan. Warga juga kembali memgingat masa silam.

“Kaya dulu, tapi gak sampai curah,” ujar Aminah, warga setempat.

Data di https://vsi.esdm.go.id/ untuk letusan Semeru di tahun 1994 terjadi pada 2-15 Februari.

2 Februari terjadi 9 kali letusan asap putih tebal dengan ketinggian 500m dan 34 kali guguran lava ke Besuk Kembar mencapai lk 1000m, disertai dengan meningkatnya gempa tremor selama 7 hari sebelum 3 Februari 1994.

Ex officio BPBD Lumajang, Agus Triyono

3 Februari pukul 03.50 terjadi letusan dan suara dentuman disertai hujan abu dan guguran lava membentuk awan panas guguran dari kubah lava dan lidah lava yang terbentuk sejak tahun 1992.

Aliran awan panas guguran ini masuk ke Besuk Kobokan mencapai 11,5km, ke Besuk Kembar 7,5km dan ke Besuk Bang lk 3,5km. Volume awan panas tersebut diperkirakan mencapai 6,8 juta m3.

Korban yang meninggal terlanda awan panas sebanyak 7 orang dan 2 orang hanyut oleh lahar pada tanggal 13 Februari 1994. Selanjutnya kegiatan berangsur menurun kembali menuju normal dengan aliran awan panas mencapai jarak lk 200- 750m dari puncak. (har/ted)

[embedyt] https://www.youtube.com/watch?v=EVma3ZC9J_g[/embedyt]



Apa Reaksi Anda?

Komentar