Peristiwa

Lumpur Tebal Jadi Kendala Pencarian Korban Longsor Nganjuk

Nganjuk (beritajatim.com) – Hari Adi, Kepala Basarnas Jawa Timur mengatakan, proses pencarian korban bencana tanah longsor di Dusun Selopuro, Desa Ngetos, Kecamatan Ngetos, Kabupaten Nganjuk tidak selalu berjalan mulus. Tim mengalami beberapa kendala di lapangan.

“Ketebalan lumpur 2 sampai 5 meter. Sektor B 5 meter. Karena ketebalan, kepekatan itu K9 jadi tidak bisa memonetor” kata Hari Adi.

Pencarian oleh Tim SAR terhadap korban hilang akibat terkendala lumpur yang tebal. Unit K9 atau Anjing pelacak urung dioperasikan karena keterbatasan kemampuan mereka. Praktis, tim hanya mengandalkan alat berat dan pencarian manual secara acak.

Selain kendala itu, longsor susulan masih mengancam Tim SAR dan relawan. Menurut Hari, sebagian tanah di sekitar lokasi mengalami retakan akibat longsoran tanah. Jika hujan terjadi, ini akan sangat membahayakan bagi tim pencari.

“Ada sedikit retakan akibat gerakan longsor tanah, itu yang harus kita waspadai. Tidak besar, artinya tidak begitu panjang, tapi ketika adanya air yang menimpa ini yang membahyakan. Namanya tanah. Tapi semoga tidak. Mohon doanya untuk masyarakat,” harap Hari.

Proses pencarian pada hari ketiga ini fokus untuk menemukan 7 korban yang masih hilang. Tim akan berfokus di sektor A dan B. “Mudah mudahan cuaca mendukung dan personel juga mendukung terutama operator ekskavator,” pungkasnya. [nm/kun]



Apa Reaksi Anda?

Komentar