Peristiwa

Lumbung Sedekah Pangan ACT Ajak Warga Peduli dengan Lingkungan Sekitar

Surabaya (beritajatim.com) – Masa Pandemi yang belum berakhir, ditambah dengan kondisi perekonomian yang tidak menentu, membuat banyak para pelaku ekonomi, khususnya pengusaha kecil, mengalami kemunduran yang sangat signifikan. Dan, ini juga berdampak bagi para buruh, yang saat ini terpaksa harus menganggur, karena banyaknya perusahaan yang gulung tikar, sehingga harus dirumahkan.

Dengan kondisi ini, tentu semakin menambah masalah baru masyarakat, karena angka kemiskinan di sekitarnya semakin meningkat, dan jika ini terus dibiarkan, tentu akan membuat kesenjangan sosial yang semakin tajam.

Melihat kondisi ini, Aksi Cepat Tanggap (ACT) meluncurkan program berupa Gerakan Nasional Lumbung Sedekah Pangan. Gerakan ini diharapkan mampu menekan kesenjangan yang terjadi antara mereka keluarga yang menjadi Pra Sejahtera akibat pandemi dengan keluarga yang tergolong masih mampu untuk menghadapi kondisi yang terjadi saat ini.

Gerakan Lumbung Sedekah Pangan ini, diharapkan mampu menggerakkan hati  masyarakat, untuk selalu peduli dengan warga sekitarnya. “Yang mampu memberikan kepada mereka yang membutuhkan dengan membelanjakan sebagian rezekinya, untuk membelikan kebutuhan bahan pokok. Seperti beras, sayur mayur yang bisa langsung dikonsumsi untuk keluarga, seperti sayur sop, sayur asam, sayur bayam, buah buahan, ikan segar, daging, atau makanan siap saji. Bisa juga kebutuhan lainnya, seperti pampers, sabun mandi serta kebutuhan sehari hari lainnya,” kata Dipo Hadi, Program Implimentator ACT Jatim, Jumat (18/9/2020).

Begitu juga sebaliknya, bagi mereka yang membutuhkan, diajarkan untuk mengambil secukupnya, tidak boleh berlebihan, karena lumbung ini akan selalu dibuka pada setiap harinya pada jam tertentu, oleh pengelolanya. Yakni, Masjid, Yayasan, Balai RT maupun perkantoran yang berada di kawasan perkotaan dan memiliki lingkungan yang padat di sekitarnya.

Oleh karenanya melalui Program Lumbung Sedekah Pangan ini, Aksi Cepat Tanggap Jawa Timur mengajak masyarakat untuk bisa menyalurkan bantuan ke Lumbung lumbung yang sudah disediakan, seperti di kawasan Jalan Borobudur misalnya, tepatnya di Yayasan Rumah Pasien.

Tempat ini dijadikan Lumbung Sedekah, karena dalam wisma tersebut, selalu ditempati oleh pasien dan juga keluarga pasien yang tergolong tidak mampu, sehingga keberadaan Rumah Pasien ini sangat dibutuhkan oleh mereka.

“Paling tidak dalam satu hari, minimal ada 8 hingga 10 keluarga yang menginap di Wisma Rumah Pasien ini,” ungkap Gina, salah satu relawan yang membantu bekerja sebagai staff administrasi di Yayasan ini. Mereka umumnya warga dari keluarga pra sejahtera, yang berasal dari beberapa daerah di Jawa Timur.

Selain itu menurut Gina, bagi yang mampu juga merasa terbantu, karena dengan disediakannya  keranjang lumbung sedekah ini, paling tidak bisa mempermudah yang mau bersedekah untuk meletakkan bantuannya di keranjang yang sudah disediakan. (tok/ted)





Apa Reaksi Anda?

Komentar