Peristiwa

Luka di Bagian Kepala Belakang Sebabkan Santri di Mojokerto Meninggal

Barang bukti berupa pakaian korban, selimut dan kasur lipat terdapat bercak darah dan bekas muntahan korban yang ditemukan di gudang bawah tangga. Foto : misti/beritajatim

Mojokerto (beritajatim.com) – Santri di Mojokerto meninggal setelah dianiaya santri senior karena keluar pondok pesantren (ponpes) tak izin. Korban meninggal di RSI Sakinah, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto karena luka di bagian kepala belakang sebelah kanan.

Kapolsek Mojosari, Kompol Anwar Sudjito mengatakan, dari keterangan saksi ada luka di bagian kepala belakang sebelah kanan. “Penyebab meninggalnya korban luka di kepala bagian kepala belakang sebelah kanan, informasi dari saksi ada pukulan dan tendangan,” ungkapnya, Selasa (20/8/2019).

Pemukulan dan tendangan yang dilakukan pelaku tersebut dilakukan dengan menggunakan tangan kosong sebanyak dua kali. Informasi dari saksi, saat mendapatkan tendangan korban terjatuh dan kepala korban membentur tembok sehingga keluar darah.

“Kepala belakang sebelah kanan terbentur tembok, ini yang diduga menjadi penyebab korban meninggal. Namun kami masih menunggu hasil otopsi untuk mengetahui lebih jauh penyebab korban meninggal. Dibawa ke RS Bhayangkara Porong,” katanya.

Untuk penyelidikan lebih lanjut, jenazah korban dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Pusdik Sabhara Porong, Kabupaten Sidoarjo untuk dilakukan otopsi. Dari olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), petugas mengamankan sejumlah barang bukti.

Diantaranya, pakaian korban, selimut dan kasur lipat terdapat bercak darah dan bekas muntahan korban. Barang bukti tersebut ditemukan di gudang bawah tangga kamar korban. Pelaku WN (17) sendiri dibawa ke Unit PPA Satreskrim Polres Mojokerto.[tin/ted]



Apa Reaksi Anda?

Komentar